zonamerahnews – Labuan Bajo – Titik terang dalam tragedi tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo akhirnya muncul, namun diiringi kabar duka mendalam. Aparat berhasil mengidentifikasi satu dari korban yang hilang, seorang bocah laki-laki berkebangsaan Spanyol berusia 10 tahun. Jenazah korban ditemukan di sekitar perairan Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa (6/1) kemarin.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, mengonfirmasi identitas korban yang merupakan putra dari Fernando Martin Carreras, mantan pelatih Valencia B putri, yang jenazahnya telah ditemukan sehari sebelumnya.

"Tim DVI telah melakukan pemeriksaan forensik dan membandingkan data ante mortem dengan post mortem bersama tim medis RSUD Komodo pada malam sebelumnya," jelas Henry dalam keterangannya yang dikutip oleh zonamerahnews.com pada Rabu (7/1). Ia menambahkan, identitas korban dipastikan melalui ciri medis dan ontologi primer, dengan detail identifikasi yang cukup spesifik adalah temuan gigi palsu di bagian geraham. Kombes Henry menegaskan, proses identifikasi ini dijalankan dengan sangat profesional dan mematuhi standar kemanusiaan internasional, terutama karena korban adalah anak-anak dan warga negara asing.
Penemuan jenazah ini bermula dari laporan nelayan yang melihat puing-puing kapal di sekitar perairan Pedde, Pulau Komodo. Berdasarkan informasi tersebut, Tim SAR Gabungan segera melakukan penyisiran di lokasi dan berhasil menemukan jenazah di dalam bangkai kapal pada hari ke-12 operasi pencarian. Lokasi penemuan diperkirakan sekitar 7,48 mil laut atau 13,85 kilometer dari titik duga tenggelamnya kapal.
Kapal wisata KM Putri Sakinah sendiri tenggelam pada Jumat (26/12/2025) malam di perairan Padar Selatan, kawasan Taman Nasional Komodo. Kapal nahas ini mengangkut 11 orang, terdiri dari empat anak buah kapal (ABK), satu pemandu tur Warga Negara Indonesia (WNI), dan empat Warga Negara Asing (WNA) Spanyol yang merupakan satu keluarga Carreras. Sesaat setelah kejadian, tujuh korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara empat lainnya dinyatakan hilang.
Dari proses pencarian yang intensif, tim SAR gabungan sebelumnya telah menemukan satu korban meninggal dunia pada Senin (29/12/2025), yang teridentifikasi sebagai seorang perempuan WNA Spanyol. Kemudian, pada Minggu (4/1/2026), satu korban meninggal lainnya berhasil ditemukan. Dengan teridentifikasinya bocah 10 tahun ini, kini hanya tersisa satu korban lagi yang masih dalam pencarian.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, menjelaskan bahwa fokus pencarian pada hari ke-13, Rabu (7/1/2026), adalah menyisir area selatan Pulau Komodo, tempat bangkai kapal ditemukan. Operasi pencarian melibatkan 168 personel gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, KSOP Labuan Bajo, Balai TNK Komodo, P3KOM, Gahawisri, BPBD Manggarai Barat, komunitas penyelam Labuan Bajo, serta sejumlah pihak lain, didukung oleh 18 alat utama termasuk drone thermal untuk pengawasan udara dan tim penyelam. Polri juga mengerahkan sistem sonar dan drone bawah air untuk mempermudah pencarian.
Meskipun hari Rabu (7/1) seharusnya menjadi hari terakhir operasi SAR gabungan, Kedutaan Besar Spanyol untuk Indonesia telah mengajukan permohonan agar proses pencarian diperpanjang. Permintaan ini pun diamini oleh Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, yang menyatakan bahwa pencarian akan diperpanjang selama dua hari ke depan jika korban terakhir belum ditemukan hingga batas waktu awal. "Perpanjangan sesuai permintaan dari Kedubes Spanyol yang diterima SAR, jika hingga Rabu ini belum ditemukan," pungkas Henry.

