zonamerahnews – Pulau Dewata Bali dikejutkan oleh guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 pada Sabtu (10/1) sore. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17:34 WITA ini berpusat di wilayah Kuta Selatan, Kabupaten Badung, dan sempat membuat sebagian warga merasakan getaran yang cukup signifikan.
Menurut keterangan Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, hasil analisis mendalam dari BMKG menunjukkan bahwa episenter gempa ini terletak pada koordinat 9,26° Lintang Selatan dan 114,78° Bujur Timur. Titik pusat gempa berada di laut, sekitar 71 kilometer barat daya Kuta Selatan, dengan kedalaman hiposenter mencapai 34 kilometer.

Cahyo menambahkan, dengan mempertimbangkan lokasi episenter dan kedalamannya, gempa ini dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal. Fenomena ini diyakini akibat aktivitas sesar aktif yang berada di dasar laut. Analisis mekanisme sumber lebih lanjut mengungkapkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan mendatar, atau yang dikenal sebagai strike-slip.
Dampak guncangan gempa dilaporkan dirasakan oleh masyarakat di beberapa wilayah, termasuk Kuta Selatan, Denpasar, hingga menjangkau Kabupaten Jembrana. Meskipun getaran terasa, Cahyo menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan signifikan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Poin penting lainnya adalah hasil pemodelan tsunami dari sumber gempa tektonik ini menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Hingga pukul 18:00 WITA, monitoring yang dilakukan oleh BMKG belum mencatat adanya kejadian gempa bumi susulan (aftershock). Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak bertanggung jawab, serta selalu merujuk pada informasi resmi dari BMKG.

