zonamerahnews – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menunjukkan respons cepat dalam menangani dampak banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Ribuan meter kubik kayu yang hanyut akibat bencana tersebut kini tidak lagi menjadi sisa material yang mengganggu, melainkan akan disulap menjadi hunian yang layak bagi warga terdampak. Tercatat, sebanyak 769 batang kayu dengan total volume mencapai 1.260,49 meter kubik telah berhasil didata dan dikumpulkan untuk tujuan mulia ini.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Subhan, menjelaskan bahwa proses pemilahan kayu-kayu yang terseret arus banjir ini dilakukan secara cermat dari berbagai lokasi, mulai dari halaman rumah warga hingga area sungai mati. Prioritas utama pemanfaatan material alami ini adalah untuk mendukung pembangunan hunian sementara (huntara) bagi para pengungsi. "Kayu hanyutan kami pilah untuk dimanfaatkan, terutama mendukung pembangunan hunian sementara," ujar Subhan dalam keterangan tertulisnya, baru-baru ini.

Untuk mempercepat proses penanganan di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Kemenhut mengerahkan sedikitnya 87 personel. Tak hanya itu, dukungan juga datang dari 38 unit alat berat yang berasal dari Kemenhut sendiri, TNI, hingga Kementerian Pekerjaan Umum, yang turut dikerahkan untuk evakuasi dan pembersihan pascabencana.
Inisiatif pemanfaatan kayu ini sudah mulai menunjukkan hasil nyata di lapangan. Lembaga Rumah Zakat melaporkan telah memulai pembangunan sembilan unit huntara menggunakan material kayu tersebut. Satu unit bahkan sudah berdiri kokoh dan siap huni, sementara delapan unit lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Selain fokus pada penyediaan hunian, 54 personel Kemenhut dan Saka Wanabakti juga aktif membersihkan fasilitas pendidikan, memastikan kegiatan belajar mengajar bisa segera pulih dan kembali normal.
Langkah serupa juga bergulir di wilayah Sumatera Utara. Di Garoga, proses pemilahan kayu di Garoga I, II, dan III telah rampung 100 persen. Sementara itu, untuk jalur Desa Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol, progresnya telah mencapai 80 persen. Data terbaru yang dihimpun zonamerahnews.com menunjukkan total 793 batang kayu dengan volume sekitar 12,0035 meter kubik telah berhasil diolah. Seluruh material ini direncanakan akan digunakan untuk pembangunan huntara di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru.
Di sisi lain, pemerintah juga telah memulai penataan lingkungan dan pembersihan lahan (land clearing) sebagai bagian dari rencana pembangunan hunian tetap di areal PTPN IV Desa Aek Pining. Dari total lahan seluas 15 hektare yang direncanakan, pembukaan lahan telah terealisasi seluas 1,028 hektare, menandakan langkah maju yang signifikan dalam upaya pemulihan jangka panjang bagi masyarakat terdampak.

