Ngeri! Jembatan Pelabuhan Tanjung Buton Siak Runtuh, Mobil Terjun Bebas!
zonamerahnews – Sebuah insiden mengejutkan mengguncang Kabupaten Siak, Riau, pada Kamis (5/1) sore, ketika jembatan penghubung vital menuju Pelabuhan Tanjung Buton ambruk mendadak. Peristiwa nahas ini menyeret satu unit mobil minibus dan sebuah sepeda motor hingga terjun bebas ke laut. Beruntungnya, laporan awal mengindikasikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian dramatis tersebut.

Tak buang waktu, Bupati Siak, Afni Zulkifli, segera bergerak cepat setelah menerima laporan. Bersama Wakil Bupati dan sejumlah anggota DPRD setempat, ia langsung menuju lokasi kejadian untuk memverifikasi kondisi di lapangan. Fokus utama adalah memastikan tidak adanya korban jiwa atau luka serius akibat runtuhnya jembatan.
"Kami tadi sudah ke lokasi bersama Pak Wabup, DPRD dan lainnya. Kami ingin memastikan tidak ada korban," ujar Bupati Afni kepada zonamerahnews.com setelah meninjau lokasi kejadian.
Bupati Afni juga menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi erat dengan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjung Buton, yang merupakan perwakilan dari Kementerian Perhubungan di wilayah tersebut. Mengingat kompleksitas kepemilikan dan pengelolaan infrastruktur pelabuhan yang berada di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, sinergi antarlembaga menjadi krusial.
"Kami juga tadi sudah koordinasi sama teman-teman KSOP atau perwakilan Kemenhub di lapangan. Ya kita terus bersinergi nanti bagaimana bisa ditangani karena ini juga dikelola oleh KSOP, tetapi berada di wilayah kita dan ada juga warga kita bekerja di situ 40-an orang," terang Bupati, menyoroti dampak insiden terhadap puluhan pekerja lokal.
Informasi yang dihimpun zonamerahnews.com mengungkapkan bahwa insiden ini bukan tanpa peringatan. Sejak tahun 2024, jembatan ini dilaporkan telah menunjukkan tanda-tanda kemiringan dan bahkan sudah direkomendasikan untuk ditutup. Kurangnya perawatan dan pemeliharaan saat masih di bawah pengelolaan PT Samudra Siak, sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten Siak yang khusus mengelola Kawasan Industri Tanjung Pelabuhan (KITB), disebut-sebut sebagai faktor krusial yang memperparah kondisi jembatan.
Hingga berita ini diturunkan pada Selasa, 06 Januari 2026, upaya penanganan dan investigasi lebih lanjut masih terus dilakukan. Penyelidikan mendalam diharapkan dapat mengungkap akar masalah ambruknya jembatan serta merumuskan langkah-langkah perbaikan konkret untuk memastikan keamanan infrastruktur vital di masa mendatang. Insiden ini tentu menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah maupun pusat terkait keselamatan fasilitas publik.

