zonamerahnews – Warga Kabupaten Malang, Jawa Timur, sempat dibuat geger dengan penampakan benda langit bercahaya yang viral di media sosial. Sempat memicu dugaan sebagai rudal yang melintas, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang dengan cepat mengklarifikasi bahwa objek tersebut jauh dari ancaman militer. BMKG memastikan, fenomena visual itu kemungkinan besar adalah sampah antariksa atau bagian dari roket yang terbakar saat kembali memasuki atmosfer bumi.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, mengungkapkan kepada zonamerahnews.com bahwa objek yang terlihat bukanlah rudal, melainkan kemungkinan besar adalah sisa-sisa antariksa (space debris) atau tahap roket yang kembali masuk atmosfer (re-entry). Fenomena visual ini, yang sering disebut "space jellyfish" karena bentuknya yang menyerupai ubur-ubur dengan ekor memanjang, terjadi akibat pantulan cahaya matahari.

Ricko menjelaskan lebih lanjut, "space jellyfish" terbentuk ketika sinar matahari memantul pada gas buang roket di ketinggian, terutama saat wilayah di bawahnya sudah gelap. "Cahaya terlihat memanjang dengan ekor gas yang lebar, sering kali disebabkan oleh roket Tiongkok, seperti Long March CZ-3B yang memantulkan cahaya matahari di ketinggian saat bumi sudah gelap," ujarnya.
Penampakan benda langit bercahaya yang viral ini pertama kali terekam kamera ponsel warga pada Sabtu (11/4) pukul 18.46 WIB. Video tersebut menunjukkan objek bergerak cepat secara horizontal di langit wilayah Kecamatan Slorok dan Kromengan, Kabupaten Malang. Setelah diunggah melalui akun Instagram @malang_kidulan, video itu segera menyebar luas dan memicu beragam spekulasi serta kekhawatiran di tengah masyarakat.
BMKG turut menggarisbawahi bahwa penampakan serupa bukanlah yang pertama kali terjadi di Indonesia. Fenomena ini pernah teramati di wilayah lain, seperti Lampung pada 4 April 2026 dan Natuna pada 9 April 2026. Menurut Ricko, fenomena ini memang sering teramati di wilayah khatulistiwa, mengingat zona tersebut merupakan jalur padat bagi orbit satelit dan tempat sampah antariksa kerap terbakar.
Menyikapi hal ini, BMKG mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik atau khawatir berlebihan terhadap kemunculan benda langit tersebut. "Masyarakat tidak perlu khawatir ya terhadap fenomena itu," tegas Ricko, menegaskan bahwa kejadian ini adalah fenomena alamiah yang tidak menimbulkan bahaya. Dengan demikian, kekhawatiran akan adanya rudal di langit Malang dapat dipastikan tidak berdasar.

