Banggai Langganan Banjir, Puluhan Juta Rupiah Lenyap! Ada Apa Dengan Drainase?
zonamerahnews – Hujan deras tak henti mengguyur Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, kembali memicu bencana banjir yang merendam rumah-rumah warga di Desa Sepe, Kecamatan Balantak Selatan. Peristiwa ini, yang kerap menjadi "langganan" saat musim penghujan tiba, menyebabkan kerugian materiil yang tidak sedikit dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai infrastruktur setempat. "Iya sempat menggenangi rumah warga akibat hujan deras yang mengguyur," terang Kapolsek Balantak, AKP Teddy, kepada zonamerahnews.com pada Sabtu (11/4).

Banjir yang melanda pada Jumat (10/4) sekitar pukul 14.00 WITA tersebut dipicu oleh meluapnya air sungai setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama berjam-jam. Akibatnya, permukiman warga di Desa Sepe terendam air dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai satu meter, membuat aktivitas warga terhenti total dan memaksa mereka berjaga-jaga.
AKP Teddy menjelaskan bahwa masalah ini bukan kali pertama terjadi. Sistem drainase yang tidak optimal di Desa Sepe menjadi biang keladi utama di balik bencana berulang ini. "Kondisi ini hampir selalu terjadi setiap musim penghujan, sehingga menjadi persoalan yang berulang bagi warga setempat," jelasnya, menambahkan bahwa air tidak dapat mengalir dengan baik sehingga menumpuk dan meluber ke jalan serta halaman rumah. Kondisi ini menciptakan genangan luas yang tidak hanya merusak, tetapi juga mengganggu mobilitas dan kesehatan warga.
Meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden ini, dampak kerugian materiil cukup besar. Warga terdampak harus menelan pil pahit dengan estimasi kerugian mencapai sekitar Rp75 juta. Jumlah ini mencakup kerusakan perabotan rumah tangga, peralatan elektronik, hingga kerugian pada usaha kecil yang terpaksa berhenti beroperasi. "Dari hasil monitoring sementara, tidak ditemukan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp75 juta," pungkas Teddy, menyoroti beban finansial yang harus ditanggung masyarakat akibat masalah yang terus berulang ini.

