Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Menteri Raja Juli Berjanji: Bencana Lingkungan Musnah, Ini Strateginya!

    23-02-2026 - 03.05

    Heboh! Kasat Narkoba Toraja Diduga Terima Upeti Rp13 Juta/Minggu

    22-02-2026 - 22.05

    Klarifikasi Pemerintah: BPOM Tetap Berdaulat Meski Ada Perjanjian RI-AS!

    22-02-2026 - 18.05
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Menteri Raja Juli Berjanji: Bencana Lingkungan Musnah, Ini Strateginya!
    • Heboh! Kasat Narkoba Toraja Diduga Terima Upeti Rp13 Juta/Minggu
    • Klarifikasi Pemerintah: BPOM Tetap Berdaulat Meski Ada Perjanjian RI-AS!
    • Kemanusiaan Tercabik! Anak 14 Tahun Tewas Dianiaya Brimob, Yusril Bersuara!
    • Oknum Brimob Pukul Siswa Hingga Tewas: 5 Fakta Mengerikan Terkuak!
    • Janji Huntara Tak Kunjung Tiba, Korban Banjir Tapteng Bangun Rumah Sendiri!
    • Detik-detik Maut di Tual: Helm Brimob Renggut Nyawa Remaja 14 Tahun
    Senin, 23 Februari 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Home
    • Features
      • View All On Demos
    • Buy Now
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Kemanusiaan Tercabik! Anak 14 Tahun Tewas Dianiaya Brimob, Yusril Bersuara!
    Nasional

    Kemanusiaan Tercabik! Anak 14 Tahun Tewas Dianiaya Brimob, Yusril Bersuara!

    22-02-2026 - 13.053 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Kemanusiaan Tercabik! Anak 14 Tahun Tewas Dianiaya Brimob, Yusril Bersuara!

    zonamerahnews – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, secara tegas menyatakan bahwa Bripda MS, seorang anggota Brimob yang diduga terlibat dalam penganiayaan fatal terhadap seorang anak di Tual, Maluku, wajib menghadapi konsekuensi hukum melalui proses etik dan pidana. Yusril menekankan prinsip fundamental negara hukum: tidak ada satu pun individu yang kebal hukum di hadapan undang-undang, termasuk aparat penegak hukum itu sendiri.

    Yusril menyatakan rasa duka dan keprihatinan yang mendalam atas berpulangnya korban, AT (14), seorang siswa madrasah tsanawiyah. "Saya pribadi maupun sebagai Menko Kumham Imipas yang juga menjadi anggota Komite Reformasi Polri sangat prihatin dan menyesalkan peristiwa ini terjadi. Saya menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya AT," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu (22/2).

    Kemanusiaan Tercabik! Anak 14 Tahun Tewas Dianiaya Brimob, Yusril Bersuara!
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Menurut Yusril, tindakan Bripda MS dinilai sebagai perbuatan yang melampaui batas-batas kemanusiaan. Ia mengingatkan bahwa tugas utama polisi, sebagai aparat negara dan penegak hukum, adalah memberikan perlindungan terhadap setiap jiwa, baik itu terduga pelaku kejahatan maupun korban. "Apabila ada oknum polisi menganiaya seseorang, apalagi tergolong anak yang bukan diduga melakukan kesalahan, maka tindakan itu sungguh-sungguh di luar perikemanusiaan," tegasnya.

    Meskipun demikian, Yusril memberikan apresiasi atas respons cepat dan tanggap dari Polda Maluku serta Mabes Polri dalam menangani kasus ini. Permohonan maaf yang disampaikan Mabes Polri, menurut Yusril, mengindikasikan adanya perubahan sikap ke arah yang lebih rendah hati dan akuntabel. Selain itu, Polres Tual juga telah bergerak sigap dengan menahan Bripda MS dan menetapkannya sebagai tersangka setelah melalui proses pemeriksaan intensif.

    Lebih lanjut, Yusril menjelaskan bahwa Komite Percepatan Reformasi Polri terus-menerus membahas berbagai upaya perbaikan citra kepolisian. Fokus pembahasan mencakup pola rekrutmen, pendidikan, disiplin, dan pengawasan internal. "Komite kini tinggal memfinalisasi laporan akhir pokok-pokok pikiran reformasi Polri untuk disampaikan kepada Presiden," tambahnya.

    Tragedi ini bermula pada Kamis (19/2) dini hari, ketika tim patroli Brimob sedang melaksanakan kegiatan cipta kondisi di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara. Setelah menerima laporan dugaan pemukulan di sekitar area Tete Pancing, tim patroli, termasuk Bripda MS, bergerak ke Desa Fiditan, Kota Tual. Sekitar 10 menit kemudian, dua sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi. Bripda MS dilaporkan mengayunkan helm taktikalnya sebagai upaya memberikan isyarat. Nahas, helm tersebut justru mengenai pelipis kanan AT hingga korban terjatuh dari sepeda motornya dalam posisi telungkup.

    Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Karel Sadsuitubun Langgur untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, pada pukul 13.00 WIT, nyawa AT tidak tertolong dan ia menghembuskan napas terakhir.

    Atas perbuatannya, Bripda MS kini menghadapi jeratan hukum berlapis. Ia dijerat Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, yang mengancamnya dengan pidana maksimal 15 tahun penjara. Tak hanya itu, Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Nasional, terkait penganiayaan yang mengakibatkan kematian, juga disangkakan kepadanya dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara. Kasus ini menjadi sorotan serius dan menunjukkan komitmen pemerintah serta kepolisian untuk menindak tegas setiap pelanggaran hukum yang dilakukan oleh anggotanya, demi tegaknya keadilan.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Menteri Raja Juli Berjanji: Bencana Lingkungan Musnah, Ini Strateginya!

    23-02-2026 - 03.05

    Heboh! Kasat Narkoba Toraja Diduga Terima Upeti Rp13 Juta/Minggu

    22-02-2026 - 22.05

    Klarifikasi Pemerintah: BPOM Tetap Berdaulat Meski Ada Perjanjian RI-AS!

    22-02-2026 - 18.05

    Oknum Brimob Pukul Siswa Hingga Tewas: 5 Fakta Mengerikan Terkuak!

    22-02-2026 - 08.05

    22-02-2026 - 03.05

    Janji Huntara Tak Kunjung Tiba, Korban Banjir Tapteng Bangun Rumah Sendiri!

    21-02-2026 - 22.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Menteri Raja Juli Berjanji: Bencana Lingkungan Musnah, Ini Strateginya!

    Nasional 23-02-2026 - 03.05

    zonamerahnews – Menteri Kehutanan yang baru, Raja Juli Antoni, sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia…

    Heboh! Kasat Narkoba Toraja Diduga Terima Upeti Rp13 Juta/Minggu

    22-02-2026 - 22.05

    Klarifikasi Pemerintah: BPOM Tetap Berdaulat Meski Ada Perjanjian RI-AS!

    22-02-2026 - 18.05

    Kemanusiaan Tercabik! Anak 14 Tahun Tewas Dianiaya Brimob, Yusril Bersuara!

    22-02-2026 - 13.05
    Our Picks

    Menteri Raja Juli Berjanji: Bencana Lingkungan Musnah, Ini Strateginya!

    23-02-2026 - 03.05

    Heboh! Kasat Narkoba Toraja Diduga Terima Upeti Rp13 Juta/Minggu

    22-02-2026 - 22.05

    Klarifikasi Pemerintah: BPOM Tetap Berdaulat Meski Ada Perjanjian RI-AS!

    22-02-2026 - 18.05

    Kemanusiaan Tercabik! Anak 14 Tahun Tewas Dianiaya Brimob, Yusril Bersuara!

    22-02-2026 - 13.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.