zonamerahnews – Medan – Warga yang terdampak parah oleh banjir bandang di Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, kini mengambil inisiatif untuk membangun hunian sementara (huntara) mereka sendiri. Langkah ini diambil karena janji pemerintah untuk menyediakan huntara belum juga terealisasi, memaksa mereka mencari solusi mandiri setelah berbulan-bulan di pengungsian.
Di beberapa lokasi, terlihat warga mendirikan bangunan sederhana di atas bekas tapak rumah mereka yang hancur. Material yang digunakan pun seadanya, memanfaatkan kembali gelondongan kayu yang sebelumnya terbawa arus banjir untuk dijadikan tiang dan rangka dinding. Banjir bandang yang menerjang pada 24 November 2025 telah meluluhlantakkan puluhan rumah, membuat ribuan warga kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi di tenda darurat. Kondisi pengungsian yang padat dan fasilitas terbatas menjadi pendorong utama bagi banyak keluarga untuk kembali membangun tempat bernaung agar bisa beraktivitas lebih leluasa.

Menanggapi situasi ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Gubernur Bobby Nasution memastikan bahwa proses pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana masih terus berjalan. Bobby menyatakan bahwa anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi telah disiapkan untuk membantu warga yang rumahnya mengalami rusak berat. "Kita manfaatkan dana yang tersedia untuk membantu membangun hunian tetap bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat," ujar Bobby Nasution pada Jumat (20/2), seperti dikutip zonamerahnews.com.
Bobby menambahkan, setiap kepala keluarga yang rumahnya dikategorikan rusak berat akan menerima bantuan sebesar Rp60 juta. Dana ini ditujukan untuk pembangunan kembali rumah secara permanen. "Saya hadir di sini, ingin memastikan masyarakat bisa mendapatkan haknya. Apalagi bulan Ramadan ini, harus tetap nyaman beribadah. Semoga warga yang terdampak bencana bisa tetap sabar dan kuat menghadapi musibah ini," pungkasnya.

