zonamerahnews – Banjir besar yang menerjang sejumlah kawasan di Kota Cirebon, Jawa Barat, baru-baru ini telah menyebabkan kelumpuhan signifikan, bahkan menghanyutkan sebuah gudang toserba. Meski demikian, genangan air yang sempat merendam pusat kota dan permukiman warga kini dilaporkan berangsur surut pada Selasa malam, membawa sedikit kelegaan di tengah kewaspadaan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon, Andi Wibowo, mengonfirmasi bahwa kondisi di titik-titik terdampak banjir sudah kembali normal dan kondusif. "Alhamdulillah, kondisi di titik-titik banjir sudah surut dan kondusif," ujar Andi saat dikonfirmasi, seperti dikutip dari detikJabar. Meskipun demikian, pihaknya tetap menyiagakan personel di lapangan. Kewaspadaan ini didasari informasi dari BMKG yang memprediksi potensi hujan lebat lanjutan di wilayah tersebut, sehingga antisipasi tetap menjadi prioritas utama.

Sebelumnya, banjir melanda beberapa Rukun Warga (RW) yang tersebar di tiga kelurahan. Di antaranya adalah RW 06 Penyuken dan RW 07 Pelandakan di Kelurahan Harjamukti, kemudian RW 03 di Kelurahan Kalijaga, serta RW 09 di Kelurahan Kesambi. Namun, dampak paling parah terasa di Kecamatan Sumber, yang merupakan pusat kota sekaligus pusat pemerintahan daerah. Genangan air mencapai ketinggian sekitar 80 sentimeter di sejumlah ruas jalan strategis, menyebabkan ruas jalan Provinsi Cirebon-Majalengka lumpuh total dan tidak dapat dilalui kendaraan. Aparat kepolisian terpaksa melakukan pengalihan arus lalu lintas untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang mengular.
Banjir dahsyat ini dipicu oleh intensitas hujan deras yang mengguyur kawasan Cirebon selama beberapa jam tanpa henti, mengakibatkan meluapnya sejumlah sungai yang melintasi Kecamatan Sumber dan Talun. Debit air yang meningkat drastis menciptakan arus yang sangat kuat. Selain merendam ribuan rumah warga, bencana ini juga menimbulkan kerugian serius pada sektor usaha. Sebuah gudang penyimpanan barang milik salah satu toko serba ada (toserba) di Kecamatan Sumber dilaporkan hanyut tersapu derasnya arus banjir, sebuah peristiwa yang mengejutkan warga setempat.
Yudi Aji (34), salah seorang warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut, mengungkapkan keterkejutannya. "Air datangnya mendadak dan arusnya deras banget. Barang-barang di dalam gudang toserba langsung hanyut," tutur Yudi. Ia menambahkan bahwa peristiwa banjir akibat luapan sungai dengan tingkat keparahan seperti ini adalah yang pertama kali terjadi di lokasi gudang tersebut. "Selama ini belum pernah separah ini. Air banjirnya dari sungai yang ada di dekat gudang," jelasnya, menggambarkan betapa tak terduganya bencana kali ini bagi warga sekitar.

