zonamerahnews – Detik-detik menegangkan terjadi Selasa (17/6) siang di Bandara Internasional Kualanamu, Medan. Pesawat Saudia Airlines SV-5726 yang membawa 442 penumpang, mayoritas jemaah haji pulang dari Jeddah, terpaksa mendarat darurat setelah pilot menerima ancaman bom. Suasana panik sempat menyelimuti penumpang dan petugas bandara. Namun, kabar mengejutkan datang dari pihak kepolisian.
Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh tim gabungan Polda Sumut, Kodam I Bukit Barisan, dan Lanud Soewondo, Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto mengumumkan hasil investigasi pada konferensi pers di bandara. "Hasil sementara pengecekan Jibom, Kodam, dan Paskas menyatakan pesawat dinyatakan aman," tegasnya. Tidak ditemukan satu pun bom atau benda mencurigakan di dalam pesawat, baik di kabin maupun di bagasi.

Meskipun demikian, penyelidikan masih berlanjut. Kepolisian masih mendalami barang bawaan para jemaah haji untuk memastikan tidak ada potensi ancaman lainnya. "Kami masih melakukan pendalaman terhadap barang bawaan para jemaah haji," tambah Kapolda. Para jemaah, yang dipastikan dalam kondisi sehat, sementara menginap di hotel dekat bandara dan dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Jakarta pada Rabu (18/6) pagi pukul 08.00 WIB.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan menjelaskan kronologi kejadian. Ancaman bom diterima pilot sekitar pukul 10.35 WIB, mengakibatkan pesawat yang seharusnya menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, dialihkan ke Kualanamu. Sekitar pukul 10.44 WIB, Bandara Kualanamu menginstruksikan pilot untuk mendarat darurat. Evakuasi penumpang pun dilakukan setelah pesawat mendarat pukul 10.55 WIB. Kejadian ini tentu menimbulkan kepanikan, namun beruntung berakhir dengan selamat tanpa korban jiwa. Kini, fokus kepolisian tertuju pada penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap asal-usul ancaman bom tersebut.

