Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    15-02-2026 - 22.05

    15-02-2026 - 18.05

    Karawang Ambil Langkah Drastis: Hiburan Malam Tutup Penuh Selama Ramadan!

    15-02-2026 - 13.05
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Karawang Ambil Langkah Drastis: Hiburan Malam Tutup Penuh Selama Ramadan!
    • Terkuak! Kronologi Wali Kota Denpasar Minta Maaf ke Prabowo soal BPJS
    • Subang Berduka! Jaringan Miras Oplosan Maut Terbongkar, Ini Dalangnya!
    • Terkuak! 13 Lubang Tembakan di Pesawat Smart Air, Bukti Kekejaman KKB
    Senin, 16 Februari 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Home
    • Features
      • View All On Demos
    • Buy Now
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Misteri Kematian Warga Nduga: TNI Bantah, Koalisi Sipil Desak Usut Tuntas!
    Nasional

    Misteri Kematian Warga Nduga: TNI Bantah, Koalisi Sipil Desak Usut Tuntas!

    14-06-2025 - 18.052 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Misteri Kematian Warga Nduga: TNI Bantah, Koalisi Sipil Desak Usut Tuntas!

    zonamerahnews – Kasus kematian Abral Wandikbo, warga Kampung Yuguru, Distrik Mebarok, Nduga, Papua Pegunungan, pada Maret 2025 lalu, tengah menjadi sorotan. Koalisi masyarakat sipil, yang terdiri dari Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) dan sejumlah organisasi lainnya, menuding aparat TNI bertanggung jawab atas kematian tragis tersebut. Mereka menyebut Abral menjadi korban pembunuhan di luar hukum (extrajudicial killing) setelah mengalami penyiksaan. Amnesty International Indonesia turut mengungkap dugaan ini dalam keterangan tertulisnya.

    Koalisi tersebut menegaskan bahwa Abral bukanlah anggota kelompok bersenjata atau kelompok pro-kemerdekaan Papua. Justru sebaliknya, ia dikenal aktif membantu pembangunan lapangan terbang Yuguru demi memudahkan mobilitas masyarakat. Menurut kronologi yang disampaikan koalisi, Abral ditangkap TNI pada 22 Maret 2025 tanpa alasan jelas, tanpa bukti, dan tanpa didampingi pengacara, saat aparat memeriksa rumah-rumah warga. Ia dibawa ke pos TNI di lapangan terbang Yuguru dan tak pernah kembali. Tiga hari kemudian, jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan: tubuh termutilasi, telinga, hidung, dan mulut hilang, kaki dan betis melepuh, serta tangan terikat borgol plastik.

    Misteri Kematian Warga Nduga: TNI Bantah, Koalisi Sipil Desak Usut Tuntas!
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Koalisi menduga kuat Abral disiksa berat sebelum dibunuh, meskipun aparat TNI sebelumnya memberi tahu keluarga bahwa Abral akan dipulangkan hidup-hidup. Pada 13 Juni 2025, YKKMP dan koalisi telah melaporkan kasus ini ke Komnas HAM sebagai dugaan pelanggaran HAM berat, mendesak pemerintah dan TNI untuk mengusut tuntas kasus ini, termasuk dugaan perusakan rumah dan fasilitas umum di Yuguru. Mereka menuntut pertanggungjawaban hukum yang adil dan transparan bagi aparat TNI yang terlibat.

    Namun, Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, membantah tuduhan tersebut. Ia menyatakan Abral, yang disebutnya sebagai Almaroko Nirigi, merupakan anggota OPM Kodap III/Ndugama yang ditangkap saat operasi penindakan. Kristomei mengklaim ditemukan senjata rakitan dan catatan yang cocok dengan postingan Facebook Abral sebagai bukti keterlibatannya dalam OPM. Ia juga menyebut Abral melarikan diri saat diinterogasi dan ditembak peringatan oleh aparat TNI sebelum akhirnya jatuh ke jurang. TNI, kata Kristomei, tidak melanjutkan pengejaran karena alasan keamanan. Kristomei bahkan balik meminta YKKMP, koalisi sipil, dan Amnesty International untuk menyelidiki tindakan kekerasan OPM terhadap guru, tenaga kesehatan, dan pendulang di Papua.

    Pernyataan yang saling bertolak belakang ini menimbulkan pertanyaan besar dan mendesak penyelidikan independen dan transparan untuk mengungkap kebenaran di balik kematian Abral Wandikbo. Kasus ini menjadi sorotan tajam atas situasi HAM di Papua dan perlunya pertanggungjawaban atas dugaan pelanggaran HAM berat.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    15-02-2026 - 22.05

    15-02-2026 - 18.05

    Karawang Ambil Langkah Drastis: Hiburan Malam Tutup Penuh Selama Ramadan!

    15-02-2026 - 13.05

    Terkuak! Kronologi Wali Kota Denpasar Minta Maaf ke Prabowo soal BPJS

    15-02-2026 - 08.05

    Subang Berduka! Jaringan Miras Oplosan Maut Terbongkar, Ini Dalangnya!

    15-02-2026 - 03.05

    Terkuak! 13 Lubang Tembakan di Pesawat Smart Air, Bukti Kekejaman KKB

    14-02-2026 - 22.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Nasional 15-02-2026 - 22.05

    Geger! Eks Kapolres Bima Kota Positif Narkoba, Terancam Penjara Seumur Hidup! zonamerahnews – Mantan Kapolres…

    15-02-2026 - 18.05

    Karawang Ambil Langkah Drastis: Hiburan Malam Tutup Penuh Selama Ramadan!

    15-02-2026 - 13.05

    Terkuak! Kronologi Wali Kota Denpasar Minta Maaf ke Prabowo soal BPJS

    15-02-2026 - 08.05
    Our Picks

    15-02-2026 - 22.05

    15-02-2026 - 18.05

    Karawang Ambil Langkah Drastis: Hiburan Malam Tutup Penuh Selama Ramadan!

    15-02-2026 - 13.05

    Terkuak! Kronologi Wali Kota Denpasar Minta Maaf ke Prabowo soal BPJS

    15-02-2026 - 08.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.