Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Karung Misterius Rp2,6 Miliar Gegerkan Kasus Bupati Pati!

    22-01-2026 - 13.05

    Misteri Terkuak! Black Box ATR Akhirnya Ditemukan di Gunung Bulusaraung

    22-01-2026 - 08.05

    3 Kandidat Deputi Gubernur BI Lolos DPR? Ini Kata Misbakhun!

    22-01-2026 - 03.05
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Karung Misterius Rp2,6 Miliar Gegerkan Kasus Bupati Pati!
    • Misteri Terkuak! Black Box ATR Akhirnya Ditemukan di Gunung Bulusaraung
    • 3 Kandidat Deputi Gubernur BI Lolos DPR? Ini Kata Misbakhun!
    • Geger! Kajari Sampang Diciduk Kejagung, Bupati Ikut Diperiksa!
    • Geger! Pencuri Kucing Uya Kuya Akhirnya Divonis!
    • Terbongkar! Kurir Narkoba Bawa 26 Kg Ganja di Sumut, Endingnya Mengejutkan!
    • Banjir Bawa Berkah? Ribuan Kayu Aceh Kini Jadi Rumah Impian!
    • Bali Bergetar Hebat! Gempa M 4,5 Guncang Kuta Selatan, Aman Tsunami?
    Kamis, 22 Januari 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Home
    • Features
      • View All On Demos
    • Buy Now
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Alarm Demokrasi Berbunyi! Istana Respons Gelombang Penolakan Pilkada DPRD
    Nasional

    Alarm Demokrasi Berbunyi! Istana Respons Gelombang Penolakan Pilkada DPRD

    09-01-2026 - 08.053 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Alarm Demokrasi Berbunyi! Istana Respons Gelombang Penolakan Pilkada DPRD

    zonamerahnews – Jakarta – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi akhirnya angkat bicara menanggapi derasnya gelombang penolakan publik terhadap wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD. Respons ini datang setelah hasil survei terbaru LSI Denny JA menunjukkan mayoritas masyarakat, sekitar 66,1 persen, secara tegas menolak usulan tersebut.

    Berbicara di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (8/1), Prasetyo Hadi, yang juga merupakan politisi senior Partai Gerindra, menyatakan bahwa Istana menghormati setiap pandangan yang berkembang. "Ya kita kan menghormati semua pendapat begitu. Pasti kan semua pandangan kan ada yang pro, ada yang kontra, ada yang mendukung sementara belum, kan gitu. Hal tersebut tidak menjadi masalah," ujarnya.

    Alarm Demokrasi Berbunyi! Istana Respons Gelombang Penolakan Pilkada DPRD
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Isu pengembalian mekanisme pilkada ke DPRD memang belakangan ini kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat di kancah politik nasional. Di parlemen, mayoritas fraksi partai politik telah menyatakan dukungan terhadap wacana ini. Enam dari delapan fraksi di DPR, yaitu Gerindra, Golkar, PKB, NasDem, PAN, dan Demokrat, secara eksplisit mendukung usulan tersebut. Sementara itu, Fraksi PKS memiliki pandangan berbeda, menginginkan pilkada via DPRD hanya berlaku untuk tingkat kabupaten, sedangkan pemilihan gubernur dan wali kota tetap dilakukan secara langsung. Praktis, hanya Fraksi PDI Perjuangan yang secara konsisten dan tegas menolak wacana ini. Rencana pembahasan usul Pilkada lewat DPRD ini akan diakomodasi dalam RUU Pemilu omnibus law yang telah masuk dalam daftar Prolegnas Prioritas 2026, dengan jadwal pembahasan usai Idulfitri, sekitar April hingga Mei mendatang.

    Penolakan publik yang signifikan ini diperkuat oleh rilis survei LSI Denny JA. Peneliti Senior LSI Denny JA dalam paparannya pada Rabu (7/1) menjelaskan, ketika publik ditanya mengenai persetujuan mereka terhadap pilkada tidak langsung melalui DPRD, "Hasilnya 66,1 persen menyatakan kurang setuju, tidak setuju, atau tidak setuju sama sekali." Hanya sekitar 28,6 persen responden yang menyatakan cukup setuju atau sangat setuju, sementara 5,3 persen lainnya tidak tahu atau tidak menjawab. Ardian, peneliti LSI Denny JA, menegaskan bahwa angka ini menunjukkan lebih dari 65 persen suara mayoritas menolak usulan yang kini didukung oleh enam fraksi di DPR. Survei ini melibatkan 1.200 responden yang dipilih melalui metodologi multi-stage random sampling dengan wawancara tatap muka, dan dilaksanakan pada periode 10-19 Oktober 2025.

    Dari kalangan akademisi dan pegiat hukum, kekhawatiran juga disuarakan. Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) menilai bahwa wacana mengembalikan pilkada tak langsung via DPRD merupakan "gigi mundur demokrasi." Dalam siaran persnya pada Rabu (7/1), PSHK menyatakan bahwa jika usulan ini digolkan, sama saja dengan menghapus pilkada langsung dan "rakyat tak lagi memiliki hak untuk memilih kepala daerah."

    Senada dengan PSHK, Dosen Hukum Tata Negara Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah ‘Castro’, memperingatkan bahwa diskursus Pilkada lewat DPRD adalah "alarm bahaya" bagi masa depan demokrasi Indonesia, khususnya di tingkat lokal. Menurut Castro, pengembalian pemilihan kepada DPRD akan mewujudkan "demokrasi elite," bukan lagi demokrasi rakyat yang berbasis pada proses deliberatif. "Pemilihan kepala daerah pada akhirnya hanya akan ditentukan oleh segelintir orang, dengan proses yang tertutup dan tidak transparan, rentan dengan politik transaksional, hingga kental dengan pendekatan politik kekerabatan," tegas Castro kepada zonamerahnews.com pada Rabu (7/1).

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Karung Misterius Rp2,6 Miliar Gegerkan Kasus Bupati Pati!

    22-01-2026 - 13.05

    Misteri Terkuak! Black Box ATR Akhirnya Ditemukan di Gunung Bulusaraung

    22-01-2026 - 08.05

    3 Kandidat Deputi Gubernur BI Lolos DPR? Ini Kata Misbakhun!

    22-01-2026 - 03.05

    Geger! Kajari Sampang Diciduk Kejagung, Bupati Ikut Diperiksa!

    21-01-2026 - 22.05

    Geger! Pencuri Kucing Uya Kuya Akhirnya Divonis!

    21-01-2026 - 21.06

    Terbongkar! Kurir Narkoba Bawa 26 Kg Ganja di Sumut, Endingnya Mengejutkan!

    11-01-2026 - 03.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Karung Misterius Rp2,6 Miliar Gegerkan Kasus Bupati Pati!

    Nasional 22-01-2026 - 13.05

    zonamerahnews – Kasus dugaan pemerasan yang menjerat Bupati Pati, Sudewo, memasuki babak baru. Komisi Pemberantasan…

    Misteri Terkuak! Black Box ATR Akhirnya Ditemukan di Gunung Bulusaraung

    22-01-2026 - 08.05

    3 Kandidat Deputi Gubernur BI Lolos DPR? Ini Kata Misbakhun!

    22-01-2026 - 03.05

    Geger! Kajari Sampang Diciduk Kejagung, Bupati Ikut Diperiksa!

    21-01-2026 - 22.05
    Our Picks

    Karung Misterius Rp2,6 Miliar Gegerkan Kasus Bupati Pati!

    22-01-2026 - 13.05

    Misteri Terkuak! Black Box ATR Akhirnya Ditemukan di Gunung Bulusaraung

    22-01-2026 - 08.05

    3 Kandidat Deputi Gubernur BI Lolos DPR? Ini Kata Misbakhun!

    22-01-2026 - 03.05

    Geger! Kajari Sampang Diciduk Kejagung, Bupati Ikut Diperiksa!

    21-01-2026 - 22.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.