zonamerahnews – Sebuah penemuan mengejutkan terjadi di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, ketika satu jenazah korban tenggelamnya KM. Putri Sakina berhasil ditemukan. Jenazah ini ditemukan di dalam bangkai kapal yang sudah lama dicari, pada Selasa sore (6/1) sekitar pukul 14.30 WITA.
Kapolda NTT, Irjen Pol. Rudi Darmoko, membenarkan kabar penemuan ini. "Iya betul (ketemu satu jenazah)," ujarnya singkat saat dikonfirmasi mengenai perkembangan pencarian korban.

Sementara itu, Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, menambahkan bahwa penemuan jenazah ini berbarengan dengan ditemukannya bangkai kapal KM. Putri Sakina di sekitar Perairan Pedde, Pulau Komodo, Kecamatan Komodo. "Saat ini sedang dalam proses evakuasi dan akan dibawa ke Labuan Bajo untuk identifikasi lebih lanjut," jelas Henry kepada zonamerahnews.com.
Henry juga mengonfirmasi bahwa jenazah tersebut ditemukan di dalam bangkai kapal yang karam. "Telah ditemukan bangkai Kapal KM Putri Sakina yang di dalamnya terdapat jenazah yang diperkirakan korban KM Putri Sakina," katanya melalui pesan singkat. Penemuan ini bermula dari laporan nelayan setempat yang melihat bangkai kapal di perairan Pedde. Tim SAR gabungan yang selama ini melakukan pencarian langsung menindaklanjuti laporan tersebut, hingga akhirnya berhasil menemukan jenazah ini.
Dengan penemuan ini, tim DVI Biddokkes Polda NTT akan segera melakukan identifikasi setelah jenazah dievakuasi ke Labuan Bajo. Artinya, masih ada satu korban lagi dari insiden tenggelamnya kapal wisata KM. Putri Sakina yang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
Sebagai informasi, kapal wisata KM. Putri Sakina tenggelam di perairan Pulau Padar pada Jumat malam (26/12) sebelumnya. Kapal tersebut mengangkut 11 orang, terdiri dari empat ABK dan tujuh penumpang. Tujuh penumpang itu termasuk enam warga negara asing asal Spanyol dan satu pemandu wisata WNI.
Sesaat setelah kejadian, tim gabungan berhasil mengevakuasi tujuh korban selamat. Empat orang dinyatakan hilang dan langsung dilakukan pencarian intensif. Dari pencarian awal, satu korban meninggal dunia ditemukan pada Senin (29/12), seorang perempuan WNA asal Spanyol. Kemudian, pada Minggu (4/1), satu korban lagi ditemukan dan diidentifikasi sebagai Fernando Martin Carreras, pelatih sepak bola Valencia CF. Kini, dengan penemuan terbaru ini, hanya satu korban yang masih dalam pencarian.
Untuk mempercepat pencarian korban terakhir, Polri telah mengerahkan teknologi canggih seperti sistem sonar dan drone bawah air. Upaya pencarian terus dilakukan tanpa henti, dengan harapan korban terakhir dapat segera ditemukan.

