Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Nasib Sampah Jakarta dan Bekasi Kini Terikat

    26-10-2026 - 18.35

    Dua Anak Menteri Mundur Usai Dituding Nepotisme

    26-10-2026 - 18.05

    Misteri Pajak McLaren 137 Juta Serang Mekanik

    26-10-2026 - 16.35
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Nasib Sampah Jakarta dan Bekasi Kini Terikat
    • Dua Anak Menteri Mundur Usai Dituding Nepotisme
    • Misteri Pajak McLaren 137 Juta Serang Mekanik
    • Mohon maaf, sepertinya Anda belum menyertakan teks berita utama yang ingin saya tulis ulang. Teks yang Anda berikan di atas hanya berisi informasi hak cipta (copyright) dan navigasi situs web (CNN).
    • Bahaya Nyata Indonesia Digugat Singapura
    • Dana Triliunan Korban PT DSI Segera Kembali
    • Heboh Pelari Terobos Barikade Jakarta Running Festival
    • Aceh Terkepung Banjir dan Petani Menangis
    Senin, 26 Oktober 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Homepage
    • Nasional
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Jangan Sampai Ada Korban Lagi! DPR Minta Pengawasan Makan Bergizi Gratis Diperketat!
    Nasional

    Jangan Sampai Ada Korban Lagi! DPR Minta Pengawasan Makan Bergizi Gratis Diperketat!

    27-09-2025 - 03.052 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Jangan Sampai Ada Korban Lagi! DPR Minta Pengawasan Makan Bergizi Gratis Diperketat!

    zonamerahnews – Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mendesak agar pengelolaan dan pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya terpusat pada Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat untuk memastikan program ini berjalan optimal dan aman bagi masyarakat.

    Cucun menegaskan pentingnya Peraturan Presiden (Perpres) kolaboratif yang melibatkan Kementerian Kesehatan, BPOM, dan pemerintah daerah dalam pengawasan MBG. Hal ini disampaikan saat meninjau langsung dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampung Cipari, Bandung Barat, pasca-kejadian keracunan massal yang menimpa ratusan warga akibat program MBG.

    Jangan Sampai Ada Korban Lagi! DPR Minta Pengawasan Makan Bergizi Gratis Diperketat!
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Kita akan usulkan Perpres kolaboratif. Supaya pengawasan lebih optimal dan kejadian seperti ini tidak terulang," tegas Cucun. Ia menambahkan, kasus keracunan di Bandung Barat seharusnya menjadi momentum evaluasi, bukan alasan untuk menghentikan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

    Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, turut mendampingi Cucun dalam peninjauan tersebut. Keduanya menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap rantai pasok bahan makanan, mulai dari pembelian daging, ikan, hingga sayuran. Kepala dapur SPPG juga harus memiliki informasi lengkap mengenai asal-usul bahan makanan untuk mencegah potensi masalah.

    Wakil Ketua Komisi IX DPR, drg. Putih Sari, juga menekankan perlunya koordinasi lintas kementerian/lembaga dalam pengelolaan dan pengawasan MBG. Ia mendorong agar petugas di SPPG memiliki sertifikasi yang sesuai untuk menjamin kompetensi dan mencegah terjadinya kasus keracunan.

    Sementara itu, Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa kasus dugaan keracunan di Banggai Kepulauan disebabkan oleh pergantian pemasok dan telah diperbaiki. Ia memastikan operasional SPPG dihentikan sementara untuk memastikan kualitas makanan kembali sesuai standar.

    Kasus keracunan massal di Bandung Barat menjadi perhatian serius bagi DPR. Anggota Komisi IX DPR, Ashabul Kahfi, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap dapur-dapur SPPG yang bermasalah. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan program MBG berjalan sesuai standar dan tidak membahayakan kesehatan masyarakat.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Nasib Sampah Jakarta dan Bekasi Kini Terikat

    26-10-2026 - 18.35

    Dua Anak Menteri Mundur Usai Dituding Nepotisme

    26-10-2026 - 18.05

    Misteri Pajak McLaren 137 Juta Serang Mekanik

    26-10-2026 - 16.35

    Mohon maaf, sepertinya Anda belum menyertakan teks berita utama yang ingin saya tulis ulang. Teks yang Anda berikan di atas hanya berisi informasi hak cipta (copyright) dan navigasi situs web (CNN).

    26-10-2026 - 16.05

    Bahaya Nyata Indonesia Digugat Singapura

    26-10-2026 - 13.35

    Dana Triliunan Korban PT DSI Segera Kembali

    26-10-2026 - 13.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Nasib Sampah Jakarta dan Bekasi Kini Terikat

    Nasional 26-10-2026 - 18.35

    zonamerahnews.com – Langkah besar baru saja diambil oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota…

    Dua Anak Menteri Mundur Usai Dituding Nepotisme

    26-10-2026 - 18.05

    Misteri Pajak McLaren 137 Juta Serang Mekanik

    26-10-2026 - 16.35

    Mohon maaf, sepertinya Anda belum menyertakan teks berita utama yang ingin saya tulis ulang. Teks yang Anda berikan di atas hanya berisi informasi hak cipta (copyright) dan navigasi situs web (CNN).

    26-10-2026 - 16.05
    Our Picks

    Nasib Sampah Jakarta dan Bekasi Kini Terikat

    26-10-2026 - 18.35

    Dua Anak Menteri Mundur Usai Dituding Nepotisme

    26-10-2026 - 18.05

    Misteri Pajak McLaren 137 Juta Serang Mekanik

    26-10-2026 - 16.35

    Mohon maaf, sepertinya Anda belum menyertakan teks berita utama yang ingin saya tulis ulang. Teks yang Anda berikan di atas hanya berisi informasi hak cipta (copyright) dan navigasi situs web (CNN).

    26-10-2026 - 16.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.