zonamerahnews.com – Ketegangan luar biasa menyelimuti ajang lari bergengsi Jakarta Running Festival 2026 saat kategori Half Marathon mendadak ricuh Sabtu lalu. Insiden bermula ketika petugas keamanan mulai memasang barikade di titik Cut-Off Point atau COP pada kilometer 10,5 tepat pukul 06.30 WIB. Langkah ini diambil untuk menghentikan peserta yang sudah melewati batas waktu operasional jalan umum.
Namun bukannya patuh sejumlah pelari justru melakukan aksi nekat dengan menerobos pembatas hingga barikade roboh. Mereka bersikeras ingin melanjutkan lari dengan alasan hitungan waktu pribadi atau net time yang masih aman. Aksi provokatif ini pun langsung viral di media sosial dan memicu perdebatan panas antara pelari yang merasa kurang edukasi dengan para ahli olahraga yang menekankan aspek keselamatan.

Menanggapi kegaduhan tersebut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara. Ia menegaskan bahwa aturan batas waktu tersebut bukanlah kemauan panitia melainkan standar internasional yang wajib dipatuhi. Mengingat ajang ini menyandang status Gold Label dari World Athletics maka regulasi teknis dan keamanan menjadi sangat ketat.
Pramono yang juga ikut berkompetisi di kategori 10K menceritakan pengalamannya sendiri. Ia mengaku harus berjuang ekstra keras memacu fisiknya agar tidak terkena aturan cut-off tersebut. Menurutnya kepatuhan terhadap jadwal sangat krusial demi menjaga kualitas ajang kelas dunia sekaligus menjamin keamanan medis bagi seluruh peserta.
Perlu dipahami bahwa status Gold Label menempatkan kompetisi ini pada level tertinggi dunia. Dalam sistemnya peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok atau corral berdasarkan kecepatan lari. Hal ini menciptakan sistem wave start atau pelepasan bertahap.
Sering terjadi kesalahpahaman antara Cut-Off Point (COP) dan Cut-Off Time (COT). Meskipun seorang pelari merasa bisa mencapai garis finis dengan cepat namun jika ia gagal melewati titik COP di tengah rute maka ia otomatis tereliminasi. Penutupan barikade di titik COP bukan bertujuan menghalangi prestasi melainkan untuk mengakhiri sterilisasi jalan serta memastikan fasilitas medis dan pos air tetap terkendali demi keselamatan jiwa pelari.

