zonamerahnews.com – Bencana alam melanda sejumlah wilayah di Aceh yang mengakibatkan kerugian besar bagi warga dan sektor pertanian. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut memicu luapan sungai hingga merendam pemukiman penduduk di Kabupaten Aceh Selatan.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan, Mudatsir, melaporkan bahwa banjir telah merendam empat desa yang tersebar di dua kecamatan berbeda. Desa Gunong Pulo dan Krueng Batee di Kecamatan Kluet Utara, serta Desa Mersak dan Malaka di Kecamatan Kluet Tengah menjadi wilayah yang terdampak paling parah. Ketinggian air dilaporkan mencapai paha orang dewasa akibat luapan beberapa daerah aliran sungai.

Tak hanya banjir, bencana longsor juga terjadi di jalur Gunung Manggamat menuju Kotafajar, Kecamatan Kluet Selatan. Tim BPBD telah mengerahkan armada pemadam kebakaran untuk membersihkan material lumpur yang menutup jalan. Meski jalan nasional Tapaktuan-Subulussalam sempat tergenang, arus lalu lintas terpantau masih bisa melintas dengan lancar.
Nasib malang juga dialami oleh para petani di Aceh Tamiang. Akibat tanggul sungai di Desa Marlempang jebol, ratusan hektare sawah di Desa Teluk Halban terendam air selama lebih dari sepekan. Kondisi ini membuat para petani berada dalam situasi kritis karena tanaman padi yang seharusnya sudah bisa dipanen justru mulai membusuk dan bulirnya berguguran.
Sugiono, salah satu petani setempat, mengungkapkan perjuangan berat mereka untuk menyelamatkan sisa hasil panen. Karena mesin panen tidak bisa beroperasi di tengah genangan, petani terpaksa memanen padi secara manual menggunakan sabit. Bahkan, mereka harus menggunakan perahu karet atau terpal untuk mengangkut padi ke daratan.
Proses panen ini pun menjadi sangat sulit karena air yang menggenang mulai berbau dan menyebabkan gatal di kulit. Akibat keterbatasan tenaga kerja dan alat, para petani akhirnya terpaksa menggunakan sistem bagi hasil dengan pekerja agar padi tidak habis membusuk di sawah.
Kepala Desa Teluk Halban, Abdullah Boyak, menyebutkan bahwa sekitar 70 persen lahan persawahan produktif di wilayahnya terdampak bencana ini. Ia mendesak adanya percepatan perbaikan tanggul agar kerugian petani tidak semakin membengkak di masa mendatang. Sementara itu, pihak Dinas Pertanian setempat masih terus melakukan pendataan terkait total luas lahan yang mengalami kerusakan akibat bencana ini.

