zonamerahnews.com – Gelombang kritik tajam dari masyarakat akhirnya membuahkan hasil di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah. Dua putra dari Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, yakni Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad Fawwaz, secara resmi memutuskan untuk menanggalkan jabatan mereka sebagai tenaga ahli di kementerian tersebut.
Keputusan mengejutkan ini dikonfirmasi langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak. Ia menyatakan bahwa pihak pimpinan kementerian telah menerima surat pengunduran diri kedua pemuda tersebut pada Senin hari ini. Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas polemik yang berkembang di tengah publik mengenai dugaan praktik nepotisme dalam pengangkatan jabatan.

Dahnil menegaskan bahwa pengunduran diri ini merupakan upaya nyata untuk menjaga marwah dan integritas lembaga. Ia berkomitmen penuh bahwa Kementerian Haji dan Umrah harus menjadi instansi yang bersih dari segala bentuk perilaku tidak etis, manipulatif, hingga praktik koruptif. Dengan mundurnya kedua putra menteri tersebut, kementerian berharap kegaduhan di masyarakat dapat segera mereda.
Menilik ke belakang, keterlibatan kedua anak menteri ini sebenarnya bermula dari kondisi darurat saat Badan Penyelenggara Haji pertama kali dibentuk pada akhir Oktober 2024. Saat itu, lembaga tersebut belum memiliki struktur organisasi maupun staf administrasi yang memadai. Dahnil menjelaskan bahwa pada masa awal pembentukan, hanya ada menteri dan wakil menteri yang bekerja tanpa bantuan staf lain.
Kondisi keterbatasan sumber daya manusia inilah yang membuat anak menteri dan beberapa santri bersedia membantu secara sukarela tanpa dibayar selama beberapa bulan pertama. Namun, seiring dengan transformasi lembaga menjadi kementerian yang lebih formal, pengangkatan mereka sebagai tenaga ahli memicu kecurigaan publik. Demi menjaga kepercayaan masyarakat, posisi yang kini kosong tersebut akan segera diisi oleh personel baru yang sesuai dengan standar kebijakan kementerian.

