zonamerahnews.com – Letusan dahsyat Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Jumat malam kini memicu kekhawatiran baru. Material vulkanik berupa abu terdeteksi telah menyebar luas menjangkau sejumlah wilayah padat penduduk, termasuk ibu kota Jakarta, Lampung, hingga sebagian besar Jawa Barat. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG pada Senin dini hari merilis pembaruan terkait pergerakan abu vulkanik yang menunjukkan pola penyebaran kompleks.
Menurut data terbaru BMKG pukul 04.00 WIB, sebaran abu dari puncak Anak Krakatau terpantau bergerak dalam dua lapisan ketinggian yang berbeda. Pada lapisan atmosfer bawah, dari permukaan hingga sekitar 457 kilometer atau 15000 kaki, abu vulkanik bergerak dari arah Tenggara menuju Barat Laut. Area yang berpotensi terdampak meliputi sebagian besar Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya. Kualitas udara dan jarak pandang di lokasi-lokasi ini berisiko menurun drastis akibat paparan abu.

Sementara itu, pada ketinggian yang lebih ekstrem, yakni lapisan atmosfer atas mencapai 1524 kilometer atau 50000 kaki, pergerakan abu cenderung ke arah Barat Daya hingga Barat. Jangkauan sebaran pada ketinggian ini mencakup Samudra Hindia di sisi Barat dan Barat Daya Bengkulu, Lampung, dan Banten. Sebaran abu di ketinggian ini menjadi ancaman serius bagi sektor penerbangan karena berada pada jalur lintasan pesawat udara.
BMKG juga memprediksi bahwa pada Senin pagi ini, sebaran material vulkanik akan terus meluas ke arah Barat. Untuk keselamatan dan kewaspadaan, masyarakat yang berada di wilayah terdampak sangat diimbau untuk selalu memantau informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi PVMBG serta instansi terkait lainnya. Penting juga untuk memperhatikan kondisi udara dan visibilitas saat beraktivitas di luar ruangan.

