zonamerahnews.com – Meski letusan dahsyat Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda telah mereda setelah 25 jam tanpa henti jejak abu vulkaniknya masih menyelimuti sejumlah daerah hingga Senin lalu Mengancam aktivitas warga dan bahkan melumpuhkan operasional bandara di beberapa titik mulai dari Lampung Banten hingga Ibu Kota Jakarta yang terpaksa memperpanjang masa belajar dari rumah bagi para pelajar. zonamerahnews.com telah merangkum perkembangan terkini terkait dampak abu vulkanik dari erupsi Anak Krakatau tersebut.
Badan Geologi Kementerian ESDM mengonfirmasi fase erupsi intens Anak Krakatau telah usai namun gunung api ini masih aktif dengan letusan-letusan kecil yang teratur. Kepala Badan Geologi ESDM Lana Saria menegaskan pemantauan ketat terus dilakukan mengingat tingginya aktivitas seismik. Potensi letusan lanjutan dengan ancaman lontaran batuan pijar hujan abu tebal dan aliran lava tetap tinggi. Masyarakat diimbau keras tidak mendekat dalam radius 3 kilometer dari kawah dan selalu waspada terhadap bahaya awan panas lava serta hujan abu ekstrem.

Dampak erupsi Anak Krakatau juga menyentuh Warga Negara Asing Ditjen Imigrasi memberikan kelonggaran berupa perpanjangan izin tinggal hingga 30 hari bagi mereka yang terdampak. Kebijakan ini juga mencakup pembebasan biaya denda overstay dengan syarat WNA melampirkan bukti dari maskapai atau otoritas bandara terkait penundaan perjalanan mereka. Imigrasi mendesak para WNA untuk segera melapor ke kantor imigrasi terdekat guna mengurus perpanjangan izin tinggal dan fasilitas bebas biaya tersebut.
Kementerian Agama melalui Kemenhaj memerintahkan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah PPIU untuk menjamin keselamatan jemaah yang tertahan di Arab Saudi akibat penutupan bandara. Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo menekankan pentingnya informasi akurat dan pelayanan prima bagi jemaah terdampak termasuk akomodasi konsumsi dan pendampingan hingga mereka bisa kembali atau melanjutkan perjalanan. Keselamatan jemaah adalah prioritas utama. PPIU juga diminta menunda keberangkatan jemaah baru hingga kondisi penerbangan benar-benar aman dan stabil.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk meningkatkan alokasi dana mitigasi bencana secara signifikan. Dalam rapat terbatas virtual ia menyatakan Indonesia yang berada di Cincin Api Pasifik harus selalu siaga menghadapi berbagai bencana alam mulai dari gempa Flores erupsi Anak Krakatau hingga kebakaran hutan dan kabut asap yang terus menjadi perhatian serius pemerintah.
Pemprov DKI Jakarta memutuskan memperpanjang kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh PJJ selama sehari lagi. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan meskipun sebaran abu vulkanik di ibu kota telah berkurang drastis namun masih terdeteksi di beberapa area sehingga perpanjangan PJJ diperlukan demi keamanan dan kesehatan siswa.
Kualitas udara Jakarta dilaporkan membaik pasca-penyiraman oleh Dinas Lingkungan Hidup DLH DKI Jakarta. Kepala DLH Dudi Gardesi menyatakan pemantauan 6-7 September menunjukkan penurunan signifikan partikel PM10 terutama di Jakarta Pusat Timur dan Selatan. Meskipun demikian konsentrasi PM10 tinggi masih terdeteksi di sebagian Cilincing dan Cipayung. Penyiraman ini efektif mencegah abu vulkanik kering kembali beterbangan dan mempermudah pembersihan sesuai rekomendasi United States Geological Survey USGS.

