zonamerahnews.com – Bandara Husein Sastranegara di Bandung masih belum menunjukkan tanda-tanda kehidupan operasional. Sejak Minggu 6 September, aktivitas penerbangan di gerbang udara utama Kota Kembang itu lumpuh total. Penyebabnya tak lain adalah sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih mengancam keselamatan penerbangan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa hingga Senin 7 September pukul 11 siang, belum ada satu pun pesawat yang diizinkan lepas landas maupun mendarat. Pernyataan ini disampaikan Farhan saat meninjau langsung kondisi di Bandara Husein Sastranegara. Meskipun lapisan abu di permukaan tanah sudah tak terlihat, potensi bahaya di ruang udara masih dianggap sangat tinggi oleh otoritas penerbangan.

Farhan menjelaskan lebih lanjut, "Walaupun di permukaan sudah tidak ada abu vulkanik, tapi perkiraan di udara lihat langit masih abu-abu, kelihatannya masih ada. Jadi belum ada penerbangan." Indikasi ini menunjukkan bahwa partikel-partikel halus abu vulkanik diperkirakan masih melayang di atmosfer Bandung, menciptakan risiko serius bagi mesin pesawat dan jarak pandang.
Akibat penutupan ini, sejumlah rute penerbangan vital turut terdampak. Destinasi populer seperti Denpasar, Balikpapan, hingga Surabaya menjadi tidak dapat diakses dari atau menuju Bandung. Mengenai kapan Bandara Husein akan kembali beroperasi normal, Farhan belum bisa memberikan kepastian. Namun, ia memastikan bahwa maskapai penerbangan telah menyiapkan solusi bagi para calon penumpang. Mereka menawarkan opsi penjadwalan ulang atau pengembalian dana tiket bagi yang terdampak.

