zonamerahnews.com – Gemuruh erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Jumat lalu kini menyisakan kekhawatiran baru. Sebaran abu vulkaniknya dilaporkan telah merambah jauh menjangkau daratan Sumatra hingga sebagian besar Pulau Jawa. Fenomena ini memicu pertanyaan besar tentang seberapa luas dampak letusan gunung api ini akan terasa.
Lana Saria Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM pada Minggu menjelaskan bahwa pergerakan abu sangat bergantung pada dinamika cuaca dan arah embusan angin di atmosfer. "Arah sebaran abu ini sangat dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin pada berbagai ketinggian. Tinggi kolom erupsi durasi letusan dan jumlah material yang dikeluarkan sangat mempengaruhi arah sebaran tersebut" ujarnya. Ia menambahkan bahwa kondisi meteorologi terkini menjadi kunci untuk memahami perubahan sebaran abu yang bisa terjadi dalam waktu singkat.

Hasil pemantauan lintas lembaga mengonfirmasi jangkauan abu yang signifikan. Mulai dari wilayah Banten sebagian Jawa Barat hingga DKI Jakarta bahkan Lampung dan Bengkulu kini merasakan dampaknya. "Berdasarkan gabungan informasi erupsi dan VONA dari PVMBG melalui MAGMA Indonesia serta analisis citra satelit Himawari-9 oleh BMKG abu vulkanik Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer ke arah Banten sebagian Jawa Barat DKI Jakarta serta Lampung dan Bengkulu" terang Lana.
Demi keselamatan penerbangan Badan Geologi terus menyuplai data mitigasi terkini kepada pemangku kepentingan. Informasi mengenai sumber erupsi waktu kejadian tinggi kolom abu warna intensitas dan arah kecenderungan kolom abu yang teramati disampaikan melalui mekanisme Volcano Observatory Notice for Aviation VONA. Data ini menjadi masukan penting bagi otoritas penerbangan dan lembaga meteorologi penerbangan.
Lana mengingatkan potensi gangguan keselamatan penerbangan dan kawasan permukiman dapat meningkat seiring durasi serta intensitas erupsi. "Potensi dampak yang lebih luas ini akan meningkat apabila kolom erupsi menjadi lebih tinggi letusan berlangsung lebih lama atau angin membawa abu ke jalur penerbangan dan wilayah berpenduduk" jelasnya.
Meskipun demikian keputusan terkait penutupan atau penyesuaian operasional penerbangan sepenuhnya berada di tangan otoritas terkait berdasarkan evaluasi berkala. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi karena sebaran abu tidak dapat diproyeksikan hanya dari satu kejadian erupsi. Warga juga disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan dan mematuhi arahan keselamatan dari pihak berwenang mengingat arah dan jangkauan sebaran abu bisa berubah sewaktu-waktu.

