zonamerahnews.com – Wilayah Nusa Tenggara Timur NTT terus menghadapi rentetan gempa susulan pascaguncangan magnitudo 77 pada Sabtu lalu. Data terbaru menunjukkan hampir seribu kali gempa susulan telah terjadi namun sebagian besar tidak dirasakan masyarakat.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG mencatat total 995 gempa susulan melanda NTT hingga Minggu 16 Agustus pukul 1500 WIB. Meski jumlahnya masif hanya 46 kejadian yang dirasakan langsung oleh warga. Angka ini kurang dari sepuluh persen dari total keseluruhan gempa susulan. Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB Abdul Muhari menjelaskan fenomena ini merupakan proses alami. Struktur patahan bumi memerlukan gempa susulan untuk kembali mencapai kestabilan. Diharapkan energi yang dilepaskan dapat segera meluruh sehingga intensitas gempa susulan berkurang signifikan dan tidak lagi mengkhawatirkan penduduk.

Sayangnya dampak gempa utama telah menelan banyak korban jiwa. Hingga Minggu sore tercatat 53 orang meninggal dunia. Kabupaten Manggarai menjadi daerah paling terdampak dengan 25 korban jiwa disusul Manggarai Timur 20 jiwa Sikka 4 jiwa Ende 2 jiwa Manggarai Barat 1 jiwa dan Nagekeo 1 jiwa. Selain itu 135 warga mengalami luka-luka dan kini dalam perawatan di fasilitas kesehatan terdekat. Rinciannya di Sikka 12 orang luka Manggarai mencatat 17 luka berat dan 20 luka ringan. Sementara Manggarai Timur melaporkan 21 luka berat dan 59 luka ringan. Di Manggarai Barat terdapat 6 orang dengan luka berat.

