zonamerahnews.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG mengeluarkan peringatan serius terkait potensi aktivitas Sesar Naik Flores. Diperkirakan gempa susulan dari sesar ini masih akan berlangsung intensif selama dua hingga tiga pekan ke depan sebelum akhirnya meluruh secara alami.
Data terkini BMKG mencatat setidaknya 235 gempa susulan telah mengguncang wilayah utara Pulau Flores Nusa Tenggara Timur NTT hingga Sabtu pukul 1400 WIB. Rentetan gempa ini terjadi pasca gempa utama berkekuatan M77 yang melanda pagi hari sebelumnya. Gempa-gempa susulan tersebut tersebar di area utara Flores dengan magnitudo bervariasi antara M25 hingga M62 namun grafik pemantauan menunjukkan belum ada peluruhan signifikan.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa proses stabilisasi alami sesar ini diperkirakan membutuhkan waktu dua hingga tiga minggu. Pola serupa pernah teramati pada rekaman gempa bumi merusak di Maluku Utara sebelumnya. BMKG menegaskan akan terus melakukan pemantauan real-time terhadap pergerakan sesar ini untuk memastikan keamanan masyarakat.
Gempa utama M77 yang mengguncang Flores diketahui berpusat di kedalaman dangkal 15 kilometer. Aktivitas ini dipicu oleh Sesar Naik Busur Belakang Flores atau Flores Back Arc Thrust sebuah struktur geologi yang secara historis memiliki catatan panjang gempa merusak. Salah satunya adalah gempa M78 pada tahun 1992. Kedalaman yang relatif dangkal kali ini menyebabkan dampak kerusakan fisik yang cukup parah pada bangunan dan infrastruktur.
Tak hanya itu gempa dahsyat tersebut juga memicu gelombang tsunami yang terobservasi hingga pesisir Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Jaringan pemantauan muka air laut atau tide gauge mencatat ketinggian puncak tsunami mencapai 161 meter di Reo Manggarai dan Manggarai Timur. Sementara di Maurole Ende gelombang tercatat setinggi 094 meter dan di Bulukumba serta Sape Bima ketinggiannya melampaui 05 meter. Beruntung BMKG telah mencabut seluruh peringatan dini tsunami pada pukul 0730 WIB setelah pemantauan menunjukkan kondisi muka laut kembali aman.

