Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Batang Pinang Ludes Diburu Jelang Kemerdekaan

    12-08-2026 - 06.05

    Misteri Kematian Wanita Tangerang Terkuak Pelaku Ditangkap

    12-08-2026 - 03.05

    Jaksa Agung dan BGN Satukan Kekuatan Awasi MBG

    11-08-2026 - 22.05
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Batang Pinang Ludes Diburu Jelang Kemerdekaan
    • Misteri Kematian Wanita Tangerang Terkuak Pelaku Ditangkap
    • Jaksa Agung dan BGN Satukan Kekuatan Awasi MBG
    • Pratikno Buka-Bukaan Soal Kabar Mengejutkan
    • Heboh Yaqut Bantah Keras Tuduhan Korupsi Kuota Haji
    • Bromo Terbakar Hebat Ratusan Hektare Ludes
    • Sidang Perdana Eks Menag Gegerkan Publik
    • Bromo Membara Wagub Jatim Ungkap Fakta Mengejutkan
    Rabu, 12 Agustus 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Homepage
    • Nasional
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - PBNU Buka Suara: Kasus Kekerasan Seksual Tak Cerminkan Pesantren!
    Nasional

    PBNU Buka Suara: Kasus Kekerasan Seksual Tak Cerminkan Pesantren!

    30-05-2026 - 22.052 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    PBNU Buka Suara: Kasus Kekerasan Seksual Tak Cerminkan Pesantren!

    zonamerahnews – Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Ma’shum Faqih, baru-baru ini angkat bicara menanggapi maraknya sorotan publik belakangan ini terkait kasus kekerasan seksual di beberapa institusi pesantren. Ma’shum menegaskan bahwa insiden-insiden tersebut merupakan anomali, bukan representasi, dan sama sekali tidak mencerminkan wajah maupun budaya luhur pesantren secara keseluruhan di Indonesia.

    Dalam pernyataannya, Ma’shum Faqih menekankan pentingnya sikap adil dari masyarakat. "Segelintir kasus kekerasan seksual tidak dapat dijadikan tolok ukur untuk menilai ribuan pesantren yang selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan dan pembinaan moral bangsa," ujar Ma’shum pada Sabtu (30/5). Ia menambahkan bahwa jika ada pelanggaran, pelakunya wajib dihukum sesuai hukum yang berlaku, namun institusi pesantren sebagai lembaga pendidikan tidak boleh ikut distigmatisasi.

    PBNU Buka Suara: Kasus Kekerasan Seksual Tak Cerminkan Pesantren!
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Oleh karena itu, ia mengimbau publik untuk bersikap bijak dan adil, menghindari generalisasi yang dapat merugikan ribuan pesantren yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Pesantren-pesantren ini, menurut Ma’shum, telah lama menjadi pilar penting dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia dan berilmu.

    Ma’shum turut menjelaskan bahwa kejahatan kekerasan seksual bukanlah fenomena yang terbatas pada satu lingkungan saja; ia bisa terjadi di berbagai lapisan masyarakat. Oleh karena itu, prioritas utama seharusnya adalah penguatan sistem pencegahan, perlindungan komprehensif bagi korban, serta penegakan hukum yang tanpa kompromi terhadap para pelaku, di mana pun kejahatan itu terjadi.

    Meskipun demikian, PBNU mendesak agar setiap oknum pesantren yang terlibat dalam kasus kekerasan seksual harus diproses hukum secara tuntas. "Pesantren tidak boleh menjadi ‘ruang aman’ bagi pelaku kekerasan seksual. Sebaliknya, pesantren harus menjadi benteng keamanan dan kenyamanan bagi para santri untuk belajar dan berkembang," tegasnya.

    Lebih lanjut, ia juga mendorong seluruh pesantren untuk terus memperkuat tata kelola internal dan sistem perlindungan santri. Langkah ini krusial untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pesantren. "Jangan sampai jasa besar pesantren dalam mencerdaskan jutaan anak bangsa tidak lantas tertutupi oleh perbuatan menyimpang segelintir oknum yang jelas-jelas menyimpang dari nilai-nilai luhur pesantren," pungkas anggota Majelis Masyayikh Pondok Pesantren Langitan, Widang, Tuban itu. PBNU berharap, dengan langkah-langkah ini, pesantren akan terus menjadi mercusuar pendidikan dan moral yang dipercaya masyarakat.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Batang Pinang Ludes Diburu Jelang Kemerdekaan

    12-08-2026 - 06.05

    Misteri Kematian Wanita Tangerang Terkuak Pelaku Ditangkap

    12-08-2026 - 03.05

    Jaksa Agung dan BGN Satukan Kekuatan Awasi MBG

    11-08-2026 - 22.05

    Pratikno Buka-Bukaan Soal Kabar Mengejutkan

    11-08-2026 - 18.05

    Heboh Yaqut Bantah Keras Tuduhan Korupsi Kuota Haji

    11-08-2026 - 16.05

    Bromo Terbakar Hebat Ratusan Hektare Ludes

    11-08-2026 - 13.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Batang Pinang Ludes Diburu Jelang Kemerdekaan

    Nasional 12-08-2026 - 06.05

    zonamerahnews.com – Semangat perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 mulai terasa di berbagai penjuru negeri…

    Misteri Kematian Wanita Tangerang Terkuak Pelaku Ditangkap

    12-08-2026 - 03.05

    Jaksa Agung dan BGN Satukan Kekuatan Awasi MBG

    11-08-2026 - 22.05

    Pratikno Buka-Bukaan Soal Kabar Mengejutkan

    11-08-2026 - 18.05
    Our Picks

    Batang Pinang Ludes Diburu Jelang Kemerdekaan

    12-08-2026 - 06.05

    Misteri Kematian Wanita Tangerang Terkuak Pelaku Ditangkap

    12-08-2026 - 03.05

    Jaksa Agung dan BGN Satukan Kekuatan Awasi MBG

    11-08-2026 - 22.05

    Pratikno Buka-Bukaan Soal Kabar Mengejutkan

    11-08-2026 - 18.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.