zonamerahnews – Jaringan narkoba internasional kembali mendapat pukulan telak. Andre Fernando, gembong narkoba kelas kakap yang dikenal dengan julukan ‘The Doctor’ atau Charlie, akhirnya berhasil ditangkap tim gabungan di sebuah hotel mewah di Penang, Malaysia. Penangkapan dramatis ini terjadi saat Andre sedang bersama seorang wanita berkebangsaan Kazakhstan.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengungkapkan bahwa Andre diciduk pada Minggu (5/4) sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Tim gabungan yang terdiri dari Bareskrim Polri, Hubinter Polri, dan kepolisian Malaysia melakukan operasi senyap di Crowne Plaza Penang Straits City. Andre ditemukan di kamar nomor 1923 bersama Bibigul Robetsonsky, wanita asal Kazakhstan yang turut berada di lokasi penangkapan.

Andre Fernando sendiri telah lama menjadi buronan utama dalam kasus narkotika yang juga menyeret nama bandar besar lainnya, Ko Erwin. Kasus ini semakin mencuat setelah terungkapnya keterlibatan mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro dan mantan Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota AKP Malaungi.
Menurut Brigjen Eko, ‘The Doctor’ merupakan pemasok utama sabu yang dibeli Ko Erwin untuk diedarkan di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat. Data menunjukkan, Ko Erwin melakukan dua kali transaksi dengan Andre pada Januari 2026. Transaksi pertama melibatkan 2 kg sabu senilai Rp400 juta, sementara transaksi kedua untuk 3 kg sabu juga senilai Rp400 juta.
Sebelum penangkapannya, Andre diketahui sempat melarikan diri dari Indonesia. Ia tercatat meninggalkan Tanah Air sejak 20 Februari 2024, terbang menggunakan pesawat AirAsia nomor penerbangan QZ326 dari Juanda menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam upaya menghilangkan jejak, Andre bahkan membuang iPhone 16 miliknya di jalan tol antara Kuala Lumpur dan Selangor, seperti dilaporkan zonamerahnews.com. Saat ditangkap, ia tidak membawa paspor, sehingga proses pemulangannya ke Indonesia akan memerlukan penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) oleh KJRI Penang.
Selain sabu, Andre juga diketahui memiliki jaringan yang lebih luas. Ia terlibat dalam penyelundupan cartridge vape yang mengandung etomidate dengan merek Ferarri dan Lamborgini. Barang haram ini diselundupkan melalui jalur laut dari Malaysia menuju Dumai, Riau, menunjukkan variasi modus operandi dalam bisnis gelapnya. Penangkapan ini menjadi bukti nyata komitmen aparat dalam memberantas peredaran narkotika lintas negara.

