zonamerahnews – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, yang juga mengemban tugas sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, mengungkapkan sebuah estimasi dana yang fantastis. Menurutnya, upaya pembangunan kembali wilayah Sumatra yang porak-poranda akibat bencana banjir bandang dan longsor akan membutuhkan alokasi dana hingga Rp130 triliun. Angka ini mencerminkan skala kerusakan dan komitmen serius pemerintah dalam memulihkan kondisi daerah terdampak.
Tito menjelaskan bahwa perkiraan biaya yang sangat besar ini bukanlah angka sembarangan. Ia menyebutkan bahwa estimasi tersebut merupakan hasil kalkulasi cermat yang dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), yang telah mengintegrasikan usulan rencana kerja dari berbagai kementerian terkait dan pemerintah daerah. "Di Gugus Tugas sudah ada rencana induk untuk pembangunan tiga provinsi ini dalam waktu tiga tahun itu setahu saya sementara exercise-nya lebih kurang Rp130 triliun," ujar Tito dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, pada Rabu (25/3), seperti dikutip zonamerahnews.com.

Dana sebesar itu direncanakan untuk berbagai sektor vital. Prioritas utama termasuk pembangunan hunian tetap yang aman bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, serta perbaikan dan pembangunan kembali sarana prasarana dasar seperti jalan dan jembatan permanen yang hancur. Tak hanya itu, rehabilitasi fasilitas publik seperti sekolah dan fasilitas kesehatan yang rusak parah juga masuk dalam daftar rencana. Tito menegaskan bahwa semua ini akan dituangkan dalam sebuah rencana induk yang resmi, dengan target penyelesaian paling lambat 1 April 2026. Setelah rencana ini matang dan disetujui, Menteri Keuangan akan bertanggung jawab untuk mengucurkan dana yang diperlukan.
Selain fokus pada pendanaan dari pusat, Mendagri juga menekankan pentingnya semangat kolaborasi antar pemerintah daerah. Inisiatif ini muncul seiring dengan adanya alokasi tambahan anggaran transfer ke daerah sebesar Rp10,6 triliun dari Presiden, yang khusus ditujukan untuk percepatan penanganan bencana hidrometeorologi. Tito mendorong pemerintah daerah yang tidak terlalu terdampak untuk mengulurkan tangan membantu daerah tetangga yang mengalami kerusakan lebih parah. "Dari update terakhir pagi ini, sudah ada tiga daerah yang membuat pernyataan komitmen untuk membantu wilayah terdampak, yaitu Simalungun, Asahan, dan Pematangsiantar," ungkapnya, menunjukkan adanya respons positif terhadap seruan kolaborasi ini.
Langkah-langkah strategis ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah, baik pusat maupun daerah, dalam menghadapi tantangan pemulihan pasca-bencana di Sumatra. Dengan estimasi dana yang besar dan sinergi antar-daerah, diharapkan wilayah Sumatra dapat segera bangkit, pulih, dan membangun kembali kehidupan masyarakatnya dengan lebih baik.

