zonamerahnews – Banjir bandang dahsyat melanda Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat, memicu krisis kemanusiaan yang memilukan. Data terbaru menunjukkan 174 orang tewas, 79 hilang, dan 12 lainnya terluka akibat bencana ini. Akses darat lumpuh di sejumlah titik, menghambat upaya evakuasi dan penyaluran bantuan.
Bencana ini telah memutus urat nadi transportasi dan komunikasi. Pemerintah melalui BNPB terus berupaya menyalurkan bantuan darurat berupa sembako, perlengkapan kebersihan, kasur, dan makanan siap saji ke wilayah yang terisolasi.

Sumatra Utara: Korban Jiwa Terbanyak
Sumatra Utara menjadi wilayah dengan dampak terparah, mencatat 116 korban jiwa dan 42 orang hilang. Korban tersebar di Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Humbang Hasundutan, Kota Padang Sidempuan, dan Pakpak Barat.
"Data ini masih akan terus berkembang karena masih ada titik-titik yang belum bisa kami jangkau," ujar Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, dalam keterangan resminya.
Jalur nasional Sidempuan-Sibolga dan Sipirok-Medan terputus, mempersulit proses evakuasi dan bantuan. Di Mandailing Natal, ruas jalan Singkuang-Tabuyung dan Bulu Soma-Sopotinjak juga tak bisa dilalui. Pemerintah mengerahkan alat berat untuk membuka akses yang terisolasi.
Sistem telekomunikasi pun tak luput dari dampak banjir. "Starlink sudah didistribusikan ke pemerintah daerah untuk mendukung komunikasi di pengungsian dan posko darurat," tambah Suharyanto.
Aceh: Puluhan Ribu Mengungsi
Di Aceh, 35 orang meninggal, 25 hilang, dan 8 luka-luka. Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah menjadi wilayah dengan korban terbanyak. Pendataan masih berlangsung di Aceh Timur, Aceh Singkil, dan Aceh Utara.
"Jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah," kata Suharyanto.
Sebanyak 4.846 KK mengungsi di 20 kabupaten/kota, dengan 96 titik pengungsian di Kota Lhokseumawe. Pemerintah daerah dan pusat berupaya mempercepat distribusi logistik dan layanan dasar.
Jalur nasional perbatasan Sumut-Aceh putus akibat longsor. Jembatan di Meureudu rusak, menghentikan konektivitas Banda Aceh-Lhokseumawe-Aceh Timur-Langsa-Aceh Tamiang. Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah hanya bisa diakses melalui udara, memanfaatkan Bandara Perintis Gayo Lues dan Bandara Rembele Bener Meriah.
Sumatra Barat: Jembatan Ambruk, Jalan Tertimbun
Sumatra Barat mencatat 23 korban meninggal, 12 hilang, dan 4 luka-luka. Korban tersebar di Padang Panjang, Tanah Datar, Agam, Kota Padang, dan Pasaman Barat.
Sebanyak 3.900 KK mengungsi di Pesisir Selatan, Kota Padang, Kabupaten Solok, Pasaman, dan Tanah Datar. Lima jembatan rusak di Padang Pariaman. Longsor menutupi jalur nasional Bukittinggi-Padang dan jalur provinsi di Kabupaten Agam, menyebabkan 200 kendaraan terjebak.
Siklon Tropis Senyar Biang Kerok?
BMKG menyebut Siklon Tropis Senyar sebagai penyebab utama curah hujan tinggi dan angin kencang yang memicu banjir dan longsor. Gelombang tinggi juga terjadi di Selat Malaka, Perairan Sumatra Utara, dan Perairan Rokan Hilir.
"Fenomena Siklon Tropis Senyar tergolong tidak umum di Selat Malaka," jelas Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani.

