zonamerahnews – Kisruh internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terkait desakan pemakzulan terhadap Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, terus bergulir. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta mengambil sikap netral dan menyerahkan sepenuhnya penyelesaian masalah ini kepada PBNU.
Lukman Hakim Hamid, Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta, menyatakan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan hasil rapat harian Syuriah dan Tanfidziyah PWNU DKI pada Minggu (23/11). PWNU DKI tidak ingin terlibat dalam pusaran konflik dan memilih fokus pada menjalankan roda organisasi sesuai dengan tugas dan wewenangnya.

Meskipun demikian, PWNU DKI Jakarta memiliki harapan besar agar para Mustasyar PBNU dan ulama senior dapat berperan sebagai mediator dalam menyelesaikan kemelut ini. Bahkan, PWNU DKI Jakarta menyatakan kesediaannya untuk menjadi tuan rumah pertemuan islah jika diperlukan.
Desakan agar Gus Yahya mundur mencuat setelah Rapat Harian Syuriyah PBNU pada 20 November 2025. Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah polemik kehadiran akademisi pro-zionis Israel, Peter Berkowitz, sebagai pemateri dalam acara kaderisasi NU. Syuriyah PBNU menilai hal ini melanggar nilai dan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An Nahdliyah.
Gus Yahya sendiri telah menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur dari jabatan Ketua Umum PBNU. Ia berpendapat bahwa rapat harian syuriah tidak memiliki kekuatan untuk memberhentikan mandataris. Situasi ini semakin menambah panas tensi di internal PBNU.

