zonamerahnews – Gunung Ili Lewotolok di Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Pada Jumat (27/6) malam, gunung tersebut mengalami erupsi yang cukup signifikan, memuntahkan abu vulkanik hingga ketinggian 500 meter di atas puncaknya, atau sekitar 1923 meter di atas permukaan laut. Informasi ini disampaikan langsung oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ili Lewotolok, Syawaludin, melalui laporan tertulis yang diterima zonamerahnews.com.
Menurut Syawaludin, erupsi pertama terjadi pukul 21.08 WITA, dengan kolom abu berwarna kelabu dan intensitas sedang mengarah ke barat. Erupsi ini terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 36 detik. Yang lebih mengkhawatirkan, letusan disertai dentuman keras dan lontaran lava pijar ke segala arah.

Tidak berhenti sampai di situ, erupsi susulan terjadi pukul 21.46 WITA. Kali ini, lontaran lava pijar terkonsentrasi ke arah selatan dan tenggara, mencapai jarak 500 meter dari puncak. Gemuruh kuat mengiringi erupsi ini, yang juga terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 39 detik.
Gunung Ili Lewotolok yang memiliki ketinggian 1423 mdpl saat ini berstatus Waspada (Level II). PPGA mengeluarkan imbauan serius kepada masyarakat sekitar, khususnya penduduk Desa Lamatokan dan Jontona, untuk mewaspadai potensi bahaya guguran dan longsoran lava, terutama dari sisi timur puncak. Radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung dinyatakan sebagai zona bahaya yang harus dihindari. Imbauan serupa juga ditujukan kepada masyarakat di Desa Todanara dan Amakaka, dengan radius aman 2,5 kilometer di sektor selatan, tenggara, dan barat.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan menggunakan masker untuk melindungi diri dari abu vulkanik. Petugas juga mengingatkan akan pentingnya pencegahan gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik. Situasi terus dipantau oleh PPGA Ili Lewotolok, dan informasi terbaru akan segera disampaikan jika ada perkembangan signifikan.

