zonamerahnews – Wamendagri Bima Arya Sugiarto membocorkan agenda penting dalam retret gelombang kedua kepala daerah yang berlangsung di Kampus IPDN, Jatinangor, Jawa Barat, 23-26 Juni 2025. Bukan sekadar refreshing, retret ini akan membahas isu krusial: sengketa batas wilayah antar daerah. Total 86 kepala daerah mengikuti kegiatan ini, satu orang absen karena alasan kesehatan.
Bima Arya menjelaskan, materi tentang batas wilayah, mulai dari batas desa hingga sengketa antar wilayah, akan disampaikan langsung oleh Dirjen Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri, Syafrizal. Tujuannya? Memberikan pemahaman menyeluruh dan mencegah konflik serupa yang baru-baru ini terjadi.

Pembukaan retret yang dihadiri Mendagri Tito Karnavian ini sangat relevan mengingat polemik seputar empat pulau (Panjang, Lipan, Mangkir Gadang, dan Mangkir Ketek) yang sempat memicu ketegangan antara Sumatera Utara dan Aceh. Setelah Presiden Prabowo Subianto turun tangan dan menemukan dokumen tahun 1992 yang mendukung klaim Aceh, empat pulau tersebut akhirnya kembali ke wilayah administrasi Aceh.
Selain itu, sengketa 13 pulau antara Trenggalek dan Tulungagung di Jawa Timur juga menjadi perhatian. Kasus-kasus ini menjadi pengingat pentingnya pemahaman yang komprehensif mengenai penetapan batas wilayah. Retret ini diharapkan dapat menjadi langkah proaktif dalam mencegah dan menyelesaikan sengketa serupa di masa mendatang, demi menjaga keharmonisan antar daerah.

