zonamerahnews.com – Setyo Budi Mularso, sosok di balik Aeromax yang dikenal sebagai penyedia sistem pengeras suara "sound horeg" raksasa dari Karanganyar, mendadak jadi pusat perhatian. Bukan karena inovasi terbarunya, melainkan akibat insiden saat siaran langsung televisi. Ia secara blak-blakan melontarkan kata-kata kasar yang ditujukan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur. Akibat ulahnya tersebut, Budi mengaku langsung mendapatkan "ceramah" tanpa henti dari istri dan anak-anaknya di rumah.
Pengusaha sound system itu menceritakan bagaimana ia terus-menerus dinasihati oleh keluarganya selama sehari penuh. "Saya ditegur anak istri, otomatis mereka menasihati saya 24 jam di rumah. Mereka mengingatkan agar saya lebih bijak dalam bertutur kata," ungkap Budi, menyiratkan penyesalan mendalam. Tak hanya itu, Budi juga segera mengambil langkah konkret dengan menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada MUI di Karanganyar.

Insiden yang memicu kegaduhan publik ini juga mendorong Budi untuk membuat keputusan besar. Ia bertekad untuk meninggalkan dunia "sound horeg" yang telah membesarkan namanya. "Saya sudah mengakui kekhilafan saya atas pernyataan tersebut. Dari lubuk hati yang paling dalam, saya benar-benar menyesal dan berjanji untuk bertobat," tegas Budi. Ke depan, ia menyatakan akan kembali memfokuskan diri pada penyelenggaraan konser musik dengan pengaturan suara yang lebih standar dan profesional.
Di sisi lain, Ketua MUI Karanganyar, KH Badaruddin, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima permohonan maaf dari Setyo Budi Mularso. "Sebagai seorang Muslim, saya memaafkan. Dengan permintaan maaf kepada MUI Jatim, MUI Jateng, dan MUI Indonesia, termasuk MUI Karanganyar, saya sudah memaafkannya. Semoga kejadian serupa tidak terulang kembali," ujar KH Badaruddin, menekankan pentingnya introspeksi dan pelajaran dari insiden ini.

