zonamerahnews.com – Sebuah misteri kesehatan menyelimuti kasus Febiona Purba, siswi asal Karo yang diduga mengalami gangguan ingatan parah pasca mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski pihak Dinas Kesehatan Karo mengumumkan hasil tes Electroencephalography (EEG) menunjukkan aktivitas saraf otak normal, kondisi Febiona justru memicu kebingungan dan kekhawatiran mendalam dari keluarganya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Karo Mardin Purba mengungkapkan bahwa pemeriksaan EEG telah dilakukan sebanyak dua kali di rumah sakit berbeda. Hasilnya konsisten menunjukkan aktivitas listrik saraf otak pasien berada dalam batas normal. Pemeriksaan EEG sendiri merupakan prosedur untuk merekam aktivitas listrik otak, yang berguna dalam mendiagnosis dan memantau berbagai kondisi neurologis.

Namun, Mardin menambahkan, penanganan medis terhadap Febiona masih terus berlanjut. Tim dokter memutuskan untuk tidak menghentikan proses observasi lantaran siswi berusia 16 tahun tersebut masih mengeluhkan beberapa gejala. Penyelidikan mendalam akan terus dilakukan untuk mencari tahu penyebab pasti kondisi Febiona.
Berbanding terbalik dengan pernyataan resmi, Elvinus Lusiana Sitanggang, ibu kandung Febiona, mengaku tidak puas dengan hasil pemeriksaan tersebut. Wanita berusia 49 tahun itu mengatakan bahwa ia tidak menerima dokumen fisik hasil EEG. Pihak rumah sakit hanya menyampaikan secara lisan bahwa hasilnya normal, sementara yang diberikan hanya hasil rontgen paru-paru.
Elvinus merasa ada kejanggalan. Ia tidak bisa menerima jika dikatakan tidak ada penyakit, padahal kondisi anaknya sangat memprihatinkan. Karena ketidakpuasan ini, Elvinus berencana mencari pengobatan alternatif untuk Febiona. Ia juga diminta dokter untuk merekam video jika Febiona mengalami kejang di rumah, sebagai bahan evaluasi untuk pemberian obat.
Hingga saat ini, Febiona masih sering mengalami muntah-muntah. Meskipun sudah diberikan obat anti kejang, kondisi kejangnya sempat kambuh. Siswi kelas XI SMK Bersama Berastagi ini telah menjalani serangkaian perawatan di beberapa rumah sakit sejak 13 Agustus lalu, kini ia dirawat jalan di RSUP H Adam Malik Medan.
Humas RSUP H Adam Malik Medan, Rosario Dorothy Simanjuntak, menjelaskan bahwa Febiona sudah tiga kali menjalani pengobatan rawat jalan di fasilitas mereka. Namun, tim medis belum dapat memberikan diagnosis pasti atau memastikan penyebab gangguan yang dialami Febiona. Proses pemeriksaan masih berlangsung dan membutuhkan waktu.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara Hamid Rijal Lubis menyatakan pihaknya belum menerima laporan resmi dari RSUP H Adam Malik terkait kondisi terkini Febiona, termasuk dugaan gangguan ingatan. Hamid menekankan bahwa pihaknya tidak akan mengambil kesimpulan sebelum mendapatkan hasil pemeriksaan resmi dari tim medis yang menangani kasus ini.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution juga turut memantau perkembangan kondisi Febiona. Ia menegaskan bahwa pemeriksaan tidak hanya fokus pada kondisi fisik, tetapi juga untuk memastikan apakah gangguan yang dialami berkaitan dengan saraf, faktor otonom, atau penyebab lainnya. Bobby menunggu hasil pemeriksaan dan tindak lanjut dari tim medis untuk mengetahui akar masalah yang sebenarnya.

