zonamerahnews – Sebuah insiden ganda yang mengerikan terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam, melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) jurusan Jakarta-Cikarang yang nahas. Setelah sebelumnya bersenggolan dengan sebuah taksi listrik, KRL tersebut kemudian dihantam dari belakang oleh Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek, menyebabkan kerusakan parah dan sejumlah korban luka.
Menurut keterangan Franoto Wibowo, Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta, sebelum dihantam Argo Bromo, KRL tersebut rupanya telah mengalami insiden lain: bersenggolan dengan sebuah taksi listrik di perlintasan kereta api dekat Bulak Kapal, Bekasi Timur.

"Iya, jadi KRL-nya itu ada taksi yang menabrak KRL. Tepatnya di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) dekat Bulak Kapal," jelas Franoto kepada wartawan, membenarkan rentetan kejadian tak terduga tersebut.
Franoto menambahkan bahwa tabrakan awal dengan taksi itulah yang menjadi pemicu utama kecelakaan yang lebih besar. Insiden dengan taksi menyebabkan KRL berhenti mendadak dan tidak dapat bergerak di jalur. "Yang membuat KRL-nya terhenti. KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo," imbuhnya. Akibatnya, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju di belakangnya tak sempat mengerem dan menabrak rangkaian KRL yang diam.
Pantauan langsung oleh tim zonamerahnews.com TV di lokasi kejadian menunjukkan kondisi yang cukup parah. Gerbong khusus perempuan yang berada di bagian paling belakang rangkaian KRL mengalami kerusakan parah, ringsek setelah diseruduk lokomotif kereta jarak jauh tersebut. Kecelakaan ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 20.57 WIB.
Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan sejumlah petugas sibuk melakukan upaya evakuasi di lokasi kejadian yang gelap. Beberapa korban dilaporkan telah mendapatkan perawatan medis akibat insiden ini. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban meninggal dunia. Proses evakuasi dan penanganan korban masih terus berlangsung di lapangan.
