Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Puluhan Keluarga Menderita Gempa Sulteng Menggila

    16-06-2026 - 22.05

    Gubernur Sulteng Bongkar Fakta Gempa M 67 Warga Wajib Tahu

    16-06-2026 - 18.05

    Terobosan Perumahan Jutaan Rakyat Makin Mudah

    16-06-2026 - 16.05
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Puluhan Keluarga Menderita Gempa Sulteng Menggila
    • Gubernur Sulteng Bongkar Fakta Gempa M 67 Warga Wajib Tahu
    • Terobosan Perumahan Jutaan Rakyat Makin Mudah
    • Tahun Baru Islam Beda Hari PBNU Bikin Heboh
    • UGM Memanas Pejabat Negara Kocar Kacir
    • Rahasia Terbongkar Kasus Ijazah Jokowi Mandek
    • Bocah Disetrum Jakarta Terkuak Motif Pemalakan
    • Tito Karnavian Kaget Temukan Ini di Bedah Rumah
    Rabu, 17 Juni 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Homepage
    • Nasional
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Bali Gawat Darurat! Pulau Serangan Membengkak, DPR Minta Penghentian
    Nasional

    Bali Gawat Darurat! Pulau Serangan Membengkak, DPR Minta Penghentian

    26-04-2026 - 22.053 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Bali Gawat Darurat! Pulau Serangan Membengkak, DPR Minta Penghentian

    zonamerahnews – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi IV, Rajiv, menyuarakan keprihatinan mendalam terkait reklamasi masif di Pulau Serangan, Bali. Ia mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan menghentikan sementara seluruh aktivitas pembangunan di kawasan tersebut, mengingat dampak drastis yang telah mengubah bentang alam dan merusak ekosistem vital, termasuk hutan mangrove.

    Perubahan bentang alam Pulau Serangan memang mencengangkan. Berdasarkan data spasial, sejak tahun 1985, luas pulau ini telah membengkak dari semula 169,64 hektare menjadi 600,96 hektare pada tahun 2024. "Dalam kurun waktu hampir empat dekade, Pulau Serangan telah bertambah luas sekitar 431,32 hektare. Ini berarti, rata-rata setiap tahun pulau ini meluas sekitar 10 hektare," ungkap Rajiv dalam keterangan persnya pada Minggu (26/4). Politisi Partai NasDem ini menegaskan bahwa Pulau Serangan, yang dulunya merupakan pulau kecil dengan fungsi ekologis, sosial, budaya, dan ekonomi yang kuat bagi masyarakat pesisir, kini telah kehilangan jati dirinya akibat ekspansi daratan yang tak terkendali.

    Bali Gawat Darurat! Pulau Serangan Membengkak, DPR Minta Penghentian
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Rajiv menekankan bahwa persoalan utama bukan sekadar pertambahan daratan, melainkan hilangnya fungsi ekologis ruang pesisir yang selama ini menjadi penopang kehidupan warga lokal. Mengutip hasil penelitian ilmuwan Universitas Gadjah Mada (UGM), ia membeberkan dampak negatif reklamasi yang meliputi abrasi pantai, kerusakan ekosistem, serta konflik sosial akibat lenyapnya mata pencarian dan masalah pembebasan lahan. "Kajian akademik UGM jelas menunjukkan bahwa dampak reklamasi tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh hak hidup masyarakat pesisir yang menggantungkan diri pada laut, mangrove, dan area tangkap tradisional," ujarnya. Selain itu, kerusakan terumbu karang dan gangguan pada ekosistem penyu juga menjadi sorotan pasca-reklamasi.

    Kondisi semakin memprihatinkan dengan adanya aduan masyarakat terkait dugaan pembabatan mangrove dan pemadatan lahan di Teluk Lebangan, Pulau Serangan. "Keluhan warga lokal semakin mempertegas hilangnya ruang hidup mereka. Reklamasi Pulau Serangan membutuhkan tindakan korektif, bukan sekadar proyek pembangunan pariwisata biasa," tegas Rajiv. Ia mengingatkan bahwa status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tidak boleh menjadi dalih untuk mengabaikan perlindungan lingkungan, hak-hak masyarakat lokal, dan prinsip tata ruang berkelanjutan. Investasi, menurutnya, harus tunduk pada daya dukung lingkungan, bukan sebaliknya.

    Oleh karena itu, tindakan tegas harus segera diambil. Rajiv mendesak pemerintah daerah, DPRD Bali, Badan Pertanahan Nasional (BPN), aparat penegak hukum, dan instansi lingkungan hidup untuk segera mengevaluasi seluruh aktivitas reklamasi di Pulau Serangan. "Saya menuntut penghentian sementara seluruh aktivitas pengembangan, reklamasi, pemadatan lahan, pembabatan vegetasi, dan penggunaan alat berat di kawasan Pulau Serangan," pintanya. Penghentian ini harus berlaku sampai seluruh dokumen perizinan, status lahan, kajian lingkungan, dan kesesuaian tata ruang diperiksa secara transparan dan terbuka.

    Rajiv menegaskan bahwa langkah penghentian sementara ini bukanlah bentuk penolakan terhadap investasi. Sebaliknya, ini adalah mekanisme kehati-hatian yang krusial untuk mencegah kerusakan yang lebih luas dan memastikan bahwa setiap pembangunan yang dilakukan tidak mengorbankan ekosistem maupun kehidupan masyarakat lokal yang bergantung padanya.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Puluhan Keluarga Menderita Gempa Sulteng Menggila

    16-06-2026 - 22.05

    Gubernur Sulteng Bongkar Fakta Gempa M 67 Warga Wajib Tahu

    16-06-2026 - 18.05

    Terobosan Perumahan Jutaan Rakyat Makin Mudah

    16-06-2026 - 16.05

    Tahun Baru Islam Beda Hari PBNU Bikin Heboh

    16-06-2026 - 13.05

    UGM Memanas Pejabat Negara Kocar Kacir

    16-06-2026 - 08.05

    Rahasia Terbongkar Kasus Ijazah Jokowi Mandek

    16-06-2026 - 06.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Puluhan Keluarga Menderita Gempa Sulteng Menggila

    Nasional 16-06-2026 - 22.05

    zonamerahnews.com – Guncangan dahsyat berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa pukul 11.27…

    Gubernur Sulteng Bongkar Fakta Gempa M 67 Warga Wajib Tahu

    16-06-2026 - 18.05

    Terobosan Perumahan Jutaan Rakyat Makin Mudah

    16-06-2026 - 16.05

    Tahun Baru Islam Beda Hari PBNU Bikin Heboh

    16-06-2026 - 13.05
    Our Picks

    Puluhan Keluarga Menderita Gempa Sulteng Menggila

    16-06-2026 - 22.05

    Gubernur Sulteng Bongkar Fakta Gempa M 67 Warga Wajib Tahu

    16-06-2026 - 18.05

    Terobosan Perumahan Jutaan Rakyat Makin Mudah

    16-06-2026 - 16.05

    Tahun Baru Islam Beda Hari PBNU Bikin Heboh

    16-06-2026 - 13.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.