zonamerahnews.com – Sebuah inisiatif revolusioner digagas oleh Kementerian Sosial bersama Tentara Nasional Indonesia untuk membentuk karakter generasi muda. Sebanyak seribu Taruna Akademi Militer (Akmil) akan diterjunkan langsung ke Sekolah Rakyat di berbagai penjuru negeri, membawa misi khusus: menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan kerapian yang menjadi sorotan utama.
Program pembinaan intensif ini terkuak dalam pertemuan penting di Kantor Kemensos Jakarta Pusat, baru-baru ini. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono berdiskusi dengan Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen R Sidiharta Wisnu Graha, Kepala Staf Teritorial Letjen Bambang Trisnohadi, serta Direktur Pendidikan Akademi TNI Brigjen Ari Novian, membahas skema implementasi yang matang.

Agus Jabo mengungkapkan bahwa penekanan pada ketertiban dan kerapian ini merupakan perhatian serius dari Presiden Prabowo Subianto. "Rencananya, setiap Sekolah Rakyat akan didampingi oleh lima taruna. Mereka akan membimbing baik para siswa maupun guru-guru dalam hal kerapian, mulai dari penampilan diri hingga lingkungan asrama," jelas Jabo, menegaskan urgensi pembentukan karakter sejak dini.
Menurut Jabo, pembinaan semacam ini esensial untuk mengadaptasi siswa dari lingkungan lama ke habitat baru di Sekolah Rakyat yang lebih terstruktur. Keterlibatan TNI dalam proses ini sejalan dengan arahan yang telah diminta sejak awal oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf, bahkan didukung oleh Inpres Nomor 8 Tahun 2025.
Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen R Sidiharta Wisnu Graha menambahkan, pihaknya siap mengerahkan sekitar 1.000 Taruna Tingkat 1 dan Tingkat 2, termasuk para pengasuh mereka. Para taruna ini akan menyambangi 178 titik Sekolah Rakyat, membawa kurikulum pembinaan yang praktis dan mendalam.
Materi yang akan diajarkan tidak hanya teori, melainkan langsung pada praktik keseharian. "Kami akan melatih mereka cara menyetrika seragam dengan benar, merapikan tempat tidur, menata lemari pakaian, hingga menyemir sepatu agar selalu bersih dan mengkilap," papar Wisnu, menggambarkan detail pelatihan yang akan diberikan.
Saat ini, Markas Besar TNI dan Kementerian Sosial masih terus memfinalisasi skema pelaksanaan program luar biasa ini. Dijadwalkan, kegiatan pembinaan karakter ini akan dimulai pada awal Agustus 2026 dan berlangsung selama satu minggu penuh, diharapkan mampu menciptakan perubahan signifikan pada diri para siswa Sekolah Rakyat.

