zonamerahnews.com – Jagat maya dihebohkan oleh rekaman video mencekam yang menampilkan aksi brutal enam penagih utang atau mata elang di kawasan Rawamangun Jakarta Timur. Seorang wanita muda menjadi korban penghadangan paksa yang memicu kemarahan publik. Insiden ini kini dalam penanganan serius pihak kepolisian.
Dalam cuplikan video yang beredar luas terlihat jelas bagaimana sekelompok pria menghentikan laju kendaraan korban dengan paksa. Ketegangan tak terhindarkan saat seorang pria yang diketahui adalah ayah korban turut campur tangan. Ia dengan tegas mempertanyakan tindakan para penagih utang tersebut seraya menyatakan bahwa sepeda motor yang dikendarai putrinya adalah produksi tahun 2005 dan sudah lunas. Ayah korban mengecam keras perilaku intimidatif kawanan mata elang itu.

Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur langsung bergerak cepat mengusut tuntas kasus ini. Kasie Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Made Budi membenarkan kejadian tersebut yang berlangsung pada Kamis 18 Juni lalu. Menurut keterangan Made peristiwa bermula ketika korban berinisial HF berusia 24 tahun merasa dibuntuti sejak dari Jalan Pemuda hingga area Puskesmas.
Saat melintas di Jalan Kayu Jati Raya korban tiba-tiba dihentikan oleh enam orang penagih utang. Merasa terancam korban kemudian menyarankan agar para penagih utang bertemu dengan orang tuanya di Jalan Pemuda Asli IV. Setibanya di lokasi kerja orang tua korban perdebatan sengit pun terjadi. Orang tua korban mempertanyakan ketidaksesuaian pelat nomor dengan jenis kendaraan yang menjadi pemicu perselisihan.
Setelah adu mulut yang cukup panjang kawanan penagih utang akhirnya meninggalkan lokasi tanpa berhasil membawa sepeda motor tersebut. AKP Made Budi menegaskan bahwa pihaknya masih terus mendalami seluruh rangkaian peristiwa. Proses pengumpulan keterangan dari korban dan saksi-saksi kunci terus dilakukan untuk mengungkap fakta sebenarnya. Polisi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum sembari menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

