Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    29-04-2026 - 22.05

    Terobosan Unhas: Kampus Pertama Punya Dapur Gizi Modern di Indonesia!

    29-04-2026 - 18.05

    Tragedi Bekasi Timur: Korban Tewas Bertambah, Ini Identitas Lengkapnya!

    29-04-2026 - 13.05
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Trending
    • Terobosan Unhas: Kampus Pertama Punya Dapur Gizi Modern di Indonesia!
    • Tragedi Bekasi Timur: Korban Tewas Bertambah, Ini Identitas Lengkapnya!
    • Skandal Daycare Yogyakarta: Bayi Korban Kekerasan Layak Ganti Rugi!
    • Ajaib! Terjepit Semalaman di KRL, Gadis Ini Selamat Berkat Ayahnya!
    • Ironis! Dana Stunting Dikorupsi, Mantan Kades Muna Kini Ditahan!
    Rabu, 29 April 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Home
    • Features
      • View All On Demos
    • Buy Now
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional -
    Nasional

    15-03-2026 - 08.053 Mins Read
    FacebookTwitterPinterestLinkedInTumblrRedditTelegramEmail

    Bupati Cilacap Terciduk KPK, Ternyata Sering ‘Palak’ THR Sejak Lama!

    zonamerahnews – Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menetapkan Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan Tunjangan Hari Raya (THR) Idulfitri 2026. Penetapan ini menyusul operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Jumat (13/3). Tak hanya Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono, juga turut ditetapkan sebagai tersangka.

    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa penetapan tersangka ini merupakan tindak lanjut dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan pada Jumat (13/3). "KPK kemudian menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan dan menetapkan dua orang tersangka, yaitu Saudara AUL, selaku Bupati Cilacap periode 2025-2030; Saudara SAD selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cilacap," ujar Asep Guntur Rahayu dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (14/3).

    Kasus ini sontak menjadi sorotan publik, mengingat praktik pemerasan THR yang melibatkan pejabat tinggi daerah. Berikut adalah lima fakta mengejutkan di balik kasus yang menjerat Bupati Cilacap:

    1. Target Fantastis dari Berbagai Pihak
    KPK mengungkapkan bahwa Syamsul meminta setoran uang THR dari setiap perangkat daerah di Kabupaten Cilacap dengan target total setoran mencapai Rp750 juta. Permintaan ini melibatkan 25 perangkat daerah, dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), serta 20 Puskesmas. Menurut KPK, Syamsul bersama Sekda Sadmoko Danardono dan sejumlah asisten Kabupaten Cilacap (SUM, FER, BUD) awalnya membahas kebutuhan THR eksternal sebesar Rp515 juta, namun kemudian angka target setoran dinaikkan menjadi Rp750 juta untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

    2. Dana Terkumpul Hampir Mencapai Target
    Saat OTT dilakukan, dana yang berhasil terkumpul dari permintaan THR ini sudah mencapai Rp610 juta. Dana ini disetor oleh 23 perangkat daerah di lingkungan Kabupaten Cilacap. Deputi Asep Guntur Rahayu menyebutkan bahwa dalam periode 9-13 Maret 2025, uang tersebut dikumpulkan melalui asisten berinisial FER.

    3. Bukan Kali Pertama, Pemalakan Sudah Terjadi Sejak Tahun Lalu
    Penyelidikan KPK mengungkap fakta yang lebih mencengangkan: praktik pemalakan THR yang dilakukan Syamsul ternyata bukan kali pertama. KPK mengungkap bahwa modus serupa sudah terjadi pada Lebaran tahun 2025. "Jadi, pemberian THR ini tidak hanya untuk hari raya di tahun 2026 ini, tetapi juga di tahun 2025 itu sudah pernah terjadi," terang Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa fakta ini terungkap dari pemeriksaan intensif setelah Syamsul terjaring OTT.

    4. Ancaman Rotasi Jabatan Bagi yang Tak Patuh
    Untuk memastikan target tercapai, Syamsul disebut tak segan mengancam akan merotasi para kepala dinas apabila tidak memenuhi setoran THR yang telah ditentukan. Kekhawatiran akan ancaman ini diungkapkan oleh beberapa saksi yang diperiksa KPK. "Beberapa saksi dari 13 kepala dinas itu menyampaikan memang ada kekhawatiran. Kalau tidak dipenuhi permintaan dari saudara AUL ini, maka akan digeser dan lain-lain," ujar Asep.

    5. OTT Bermula dari Dugaan Fee Proyek
    Menariknya, OTT terhadap Bupati Syamsul ini ternyata berawal dari dugaan penerimaan gratifikasi atau ‘fee’ proyek di wilayah Kabupaten Cilacap, bukan semata-mata kasus THR. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan kepada awak media bahwa operasi ini berkaitan dengan "dugaan proyek-proyek yang ada di wilayah Kabupaten Cilacap." Dalam OTT tersebut, selain uang tunai ratusan juta rupiah, KPK juga mengamankan sejumlah dokumen dan barang elektronik sebagai barang bukti.

    Kasus ini menjadi pengingat keras akan pentingnya integritas pejabat publik dan komitmen Komisi Pemberantasan Korupsi dalam memberantas praktik korupsi di segala lini pemerintahan. Publik menanti kelanjutan proses hukum untuk memastikan keadilan ditegakkan.


    Follow on Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

      jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

      Related Posts

      29-04-2026 - 22.05

      Terobosan Unhas: Kampus Pertama Punya Dapur Gizi Modern di Indonesia!

      29-04-2026 - 18.05

      Tragedi Bekasi Timur: Korban Tewas Bertambah, Ini Identitas Lengkapnya!

      29-04-2026 - 13.05

      29-04-2026 - 08.05

      Skandal Daycare Yogyakarta: Bayi Korban Kekerasan Layak Ganti Rugi!

      29-04-2026 - 03.05

      Ajaib! Terjepit Semalaman di KRL, Gadis Ini Selamat Berkat Ayahnya!

      28-04-2026 - 22.05
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Don't Miss

      Nasional29-04-2026 - 22.05

      Heboh! Menteri PPPA Minta Maaf Usai Usul Gerbong KRL Wanita Dipindah zonamerahnews – Menteri Pemberdayaan…

      Terobosan Unhas: Kampus Pertama Punya Dapur Gizi Modern di Indonesia!

      29-04-2026 - 18.05

      Tragedi Bekasi Timur: Korban Tewas Bertambah, Ini Identitas Lengkapnya!

      29-04-2026 - 13.05

      29-04-2026 - 08.05
      Our Picks

      29-04-2026 - 22.05

      Terobosan Unhas: Kampus Pertama Punya Dapur Gizi Modern di Indonesia!

      29-04-2026 - 18.05

      Tragedi Bekasi Timur: Korban Tewas Bertambah, Ini Identitas Lengkapnya!

      29-04-2026 - 13.05

      29-04-2026 - 08.05
      zonamerahnews
      • Home
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Redaksi
      • Tentang Kami
      © 2026 ZONAMERAHNEWS

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.