Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Geger Kuota Haji Sultan Digugat ke MK Ada Apa

    25-07-2026 - 22.05

    MUI Bongkar Skema Zakat Pajak Ganda Wajib Tahu

    25-07-2026 - 18.05

    Misteri Speedboat Gorontalo Terungkap WNA Selamat

    25-07-2026 - 16.05
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Geger Kuota Haji Sultan Digugat ke MK Ada Apa
    • MUI Bongkar Skema Zakat Pajak Ganda Wajib Tahu
    • Misteri Speedboat Gorontalo Terungkap WNA Selamat
    • Speedboat Wisatawan Asing Hilang Misterius
    • KPK Blakblakan Soal Tuduhan Eks Jampidsus
    • Arogansi Alphard Berakhir Damai Tapi Kasus Lanjut
    • Lilin Merah Renggut Nyawa Dua Lansia Makassar
    • Tragis Prajurit TNI Meregang Nyawa Demi Sate
    Minggu, 26 Juli 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Homepage
    • Nasional
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional -
    Nasional

    08-03-2026 - 08.052 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email

    Waspada! Konflik Global Ancam Ekonomi RI, DPR Desak Kemandirian Energi!

    zonamerahnews – Komisi XIII DPR RI secara tegas mendesak pemerintah untuk segera mengakselerasi program kemandirian energi nasional. Desakan ini muncul di tengah eskalasi ketidakpastian geopolitik global yang berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi Indonesia.

    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Anggota Komisi XIII DPR, Bias Layar, menyoroti bahwa peningkatan ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel di kawasan Timur Tengah harus menjadi sinyal peringatan keras bagi Jakarta. Situasi ini, menurutnya, menuntut percepatan penguatan fondasi energi nasional.

    Bias Layar secara gamblang menjelaskan bahwa ketergantungan Indonesia yang tinggi pada impor minyak mentah dan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Timur Tengah, sebuah wilayah yang kini bergejolak, sangat rentan menciptakan risiko serius bagi stabilitas ekonomi negara. "Ketegangan di sekitar Selat Hormuz, sebagai arteri vital distribusi minyak dunia, dapat memicu lonjakan harga energi yang tak terkendali," ungkap Bias kepada awak media pada Sabtu (7/3).

    Ia menambahkan, skenario terburuk jika konflik global ini terus meluas, harga minyak dunia bisa saja melonjak drastis, bahkan melampaui angka US$100 per barel. Kondisi demikian, lanjut Bias, akan memberikan tekanan masif terhadap perekonomian nasional, mulai dari lonjakan inflasi, kenaikan harga kebutuhan pokok yang memberatkan masyarakat, hingga beban berat pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

    Oleh karena itu, Bias mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis. Prioritas utama adalah mengurangi ketergantungan impor minyak dari Timur Tengah dan memperluas jangkauan kerja sama energi dengan negara-negara di kawasan Amerika, Afrika, serta Asia Pasifik.

    Selain itu, Kementerian ESDM juga diminta untuk secara proaktif mendorong Pertamina agar mempercepat pencapaian target produksi minyak nasional hingga 1 juta barel per hari. "Langkah ambisius ini harus dibarengi dengan pembangunan infrastruktur energi yang kokoh, peningkatan kapasitas penyimpanan cadangan BBM nasional, serta dukungan kebijakan fiskal yang memadai," tegasnya.

    Kenaikan harga energi global saat ini memang tak lepas dari bayang-bayang konflik berkelanjutan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel di Timur Tengah. Ketegangan ini secara langsung mengancam kelancaran pelayaran di Selat Hormuz, sebuah jalur maritim krusial yang menjadi gerbang bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Analis dan negara produsen energi memperkirakan, jika eskalasi terus berlanjut, lonjakan harga minyak yang lebih tinggi tak terhindarkan. (tfq/rti)

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Geger Kuota Haji Sultan Digugat ke MK Ada Apa

    25-07-2026 - 22.05

    MUI Bongkar Skema Zakat Pajak Ganda Wajib Tahu

    25-07-2026 - 18.05

    Misteri Speedboat Gorontalo Terungkap WNA Selamat

    25-07-2026 - 16.05

    Speedboat Wisatawan Asing Hilang Misterius

    25-07-2026 - 13.05

    KPK Blakblakan Soal Tuduhan Eks Jampidsus

    25-07-2026 - 08.05

    Arogansi Alphard Berakhir Damai Tapi Kasus Lanjut

    25-07-2026 - 06.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Geger Kuota Haji Sultan Digugat ke MK Ada Apa

    Nasional 25-07-2026 - 22.05

    zonamerahnews.com – Sebuah polemik sengit mengguncang sistem penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. Pasal yang mengatur…

    MUI Bongkar Skema Zakat Pajak Ganda Wajib Tahu

    25-07-2026 - 18.05

    Misteri Speedboat Gorontalo Terungkap WNA Selamat

    25-07-2026 - 16.05

    Speedboat Wisatawan Asing Hilang Misterius

    25-07-2026 - 13.05
    Our Picks

    Geger Kuota Haji Sultan Digugat ke MK Ada Apa

    25-07-2026 - 22.05

    MUI Bongkar Skema Zakat Pajak Ganda Wajib Tahu

    25-07-2026 - 18.05

    Misteri Speedboat Gorontalo Terungkap WNA Selamat

    25-07-2026 - 16.05

    Speedboat Wisatawan Asing Hilang Misterius

    25-07-2026 - 13.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.