zonamerahnews – Hujan deras tak henti-henti mengguyur wilayah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, berujung pada bencana banjir yang kini merendam setidaknya enam kecamatan. Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menunjukkan bahwa intensitas curah hujan yang ekstrem dalam beberapa waktu terakhir menjadi pemicu utama genangan air yang melumpuhkan sebagian aktivitas warga.
Dampak banjir ini sangat terasa. Sejumlah besar warga harus menghentikan aktivitas harian mereka, akses jalan utama terputus di beberapa titik, dan kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah terpaksa diliburkan demi keselamatan.

Dwi Bertha, Kepala BPBD Kabupaten Bengkayang, menjelaskan bahwa banjir ini terjadi hampir serentak di berbagai kecamatan, namun dengan ketinggian genangan yang bervariasi. Sebagian permukiman warga terendam, sementara di wilayah lain, genangan air melumpuhkan fasilitas umum dan ruas jalan. "Laporan awal yang kami terima menunjukkan ada enam kecamatan yang terdampak, dan kami terus memantau situasi di lapangan," ujar Dwi Bertha, seperti yang dikutip oleh zonamerahnews.com.
Enam kecamatan yang kini dalam pantauan ketat BPBD adalah Teriak, Sungai Betung, Suti Semarang, Seluas, Sanggau Ledo, dan Tujuh Belas. Tim BPBD masih terus bekerja keras melakukan pendataan menyeluruh, baik untuk mengidentifikasi jumlah pasti warga yang terdampak maupun untuk mengevaluasi kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan.
Kondisi ini praktis melumpuhkan roda kehidupan masyarakat. Selain terganggunya mobilitas akibat genangan di jalan-jalan utama, sektor pendidikan dan perekonomian lokal juga ikut terimbas. Menanggapi situasi ini, Dwi Bertha menegaskan komitmen BPBD untuk terus berkoordinasi erat dengan pemerintah kecamatan dan desa. "Kami siaga penuh. Personel dan seluruh peralatan penunjang telah kami siapkan untuk mengantisipasi potensi banjir susulan, sekaligus memastikan langkah penanganan awal dapat segera dilakukan jika debit air kembali meningkat," tambahnya.
Mengingat prakiraan cuaca yang masih menunjukkan potensi curah hujan tinggi, BPBD mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh warga Bengkayang. "Waspada adalah kunci. Kami meminta masyarakat untuk selalu siaga, membatasi aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak, dan segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman jika situasi memburuk," tegas Dwi Bertha. Ia juga mengingatkan pentingnya mengamankan dokumen berharga serta harta benda lainnya untuk meminimalisir kerugian yang mungkin timbul akibat bencana.

