Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Ayah Kandung di Surabaya Tega Cabuli Putri Sejak SD: 4 Tahun Neraka!

    04-03-2026 - 03.05

    Detik-detik Horor! Truk Gagal Rem Hantam 9 Kendaraan di Bawen

    03-03-2026 - 22.05

    Skandal Suap Hakim: Advokat Marcella Santoso Dihukum 14 Tahun Penjara!

    03-03-2026 - 18.05
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Ayah Kandung di Surabaya Tega Cabuli Putri Sejak SD: 4 Tahun Neraka!
    • Detik-detik Horor! Truk Gagal Rem Hantam 9 Kendaraan di Bawen
    • Skandal Suap Hakim: Advokat Marcella Santoso Dihukum 14 Tahun Penjara!
    • Perang Timur Tengah Kian Panas, Nasib Ribuan Jemaah Umrah Indonesia Terancam!
    • Terungkap! Jurus Pamungkas Kapolri Atasi Macet Pelabuhan 2026
    • Indonesia Berkabung! Wafatnya Mantan Wapres, Bendera Setengah Tiang 3 Hari
    Rabu, 4 Maret 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Home
    • Features
      • View All On Demos
    • Buy Now
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Tegas! Setara Institute: Jangan Sampai Ada Darurat Sipil!
    Nasional

    Tegas! Setara Institute: Jangan Sampai Ada Darurat Sipil!

    31-08-2025 - 18.052 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Tegas! Setara Institute: Jangan Sampai Ada Darurat Sipil!

    zonamerahnews – Jakarta – Setara Institute mendesak aparat keamanan untuk bertindak secara terukur dalam menghadapi situasi yang memanas di tengah masyarakat. Ketua Setara Institute, Hendardi, menekankan bahwa aksi penjarahan bukanlah bagian dari demonstrasi dan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apapun.

    Hendardi menjelaskan bahwa aksi anarkis berbeda dengan aksi massa yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Menurutnya, aksi anarkis memiliki pola yang terstruktur dan kemungkinan digerakkan oleh individu atau kelompok terlatih. "Penjarahan bukanlah demonstrasi dan tidak pernah dibenarkan oleh hukum, meskipun rakyat marah kepada para pejabat negara," tegasnya dalam keterangan resmi, Minggu (31/8).

    Tegas! Setara Institute: Jangan Sampai Ada Darurat Sipil!
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Aksi anarkis yang terjadi pada malam dan dini hari, serta bersifat targeted, menunjukkan pola yang hanya bisa digerakkan oleh orang-orang terlatih. Kerumunan massa anarkis hanyalah permukaan dari masalah yang lebih dalam," lanjut Hendardi.

    Setara Institute menduga bahwa aksi-aksi anarkis tersebut digerakkan oleh kepentingan tertentu. Hendardi menilai bahwa berbagai faktor dapat menyebabkan aksi damai massa berubah menjadi destruktif. Ia mendesak aparat keamanan untuk mengendalikan situasi dengan tindakan tegas yang terukur, namun menekankan bahwa ketegasan tersebut tidak berarti penggunaan kekerasan seperti penembakan.

    "Aparat keamanan harus mengambil kendali situasi dengan tindakan tegas dan terukur, diawali dengan peringatan keras," ujar Hendardi. "Tindakan tegas tidak berarti penembakan, tetapi juga blokade wilayah dan pencegahan yang serius dan sungguh-sungguh."

    Lebih lanjut, Setara Institute mendesak agar situasi ini tidak dimanfaatkan sebagai dasar untuk kebijakan yang mengekang kebebasan sipil, seperti darurat sipil atau darurat militer. Hal ini dapat dicegah jika pemulihan keamanan dilakukan dengan cepat tanpa harus mengambil langkah-langkah represif melalui jalur militer.

    "Kecepatan tindakan dan pemulihan harus dilakukan untuk menjaga harkat dan jiwa manusia, perekonomian, dan mencegah lahirnya kebijakan represif baru, seperti darurat sipil, darurat militer, dan pembenaran tindakan militer lanjutan," ujarnya.

    "Momentum ini tidak boleh menjadi dasar pemberangusan kebebasan sipil dan kemunduran demokrasi." lanjut Hendardi.

    Aksi massa telah berlangsung di berbagai daerah dalam beberapa hari terakhir. Awalnya, demonstrasi tersebut menyoroti penolakan terhadap tunjangan rumah anggota DPR RI senilai Rp50 juta per bulan. Namun, situasi memanas setelah tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang diduga terlindas kendaraan taktis Brimob.

    Gelombang demonstrasi kemudian meluas dari Jakarta hingga kota-kota besar lainnya, seperti Bandung, Makassar, Surabaya, Solo, Kediri, hingga Yogyakarta. Muncul pula aksi perusakan fasilitas publik yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Ayah Kandung di Surabaya Tega Cabuli Putri Sejak SD: 4 Tahun Neraka!

    04-03-2026 - 03.05

    Detik-detik Horor! Truk Gagal Rem Hantam 9 Kendaraan di Bawen

    03-03-2026 - 22.05

    Skandal Suap Hakim: Advokat Marcella Santoso Dihukum 14 Tahun Penjara!

    03-03-2026 - 18.05

    03-03-2026 - 13.05

    Perang Timur Tengah Kian Panas, Nasib Ribuan Jemaah Umrah Indonesia Terancam!

    03-03-2026 - 08.05

    Terungkap! Jurus Pamungkas Kapolri Atasi Macet Pelabuhan 2026

    03-03-2026 - 03.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Ayah Kandung di Surabaya Tega Cabuli Putri Sejak SD: 4 Tahun Neraka!

    Nasional 04-03-2026 - 03.05

    zonamerahnews – Surabaya, seorang pria berinisial PJ (38) di Kecamatan Pakal, Surabaya, kini harus mempertanggungjawabkan…

    Detik-detik Horor! Truk Gagal Rem Hantam 9 Kendaraan di Bawen

    03-03-2026 - 22.05

    Skandal Suap Hakim: Advokat Marcella Santoso Dihukum 14 Tahun Penjara!

    03-03-2026 - 18.05

    03-03-2026 - 13.05
    Our Picks

    Ayah Kandung di Surabaya Tega Cabuli Putri Sejak SD: 4 Tahun Neraka!

    04-03-2026 - 03.05

    Detik-detik Horor! Truk Gagal Rem Hantam 9 Kendaraan di Bawen

    03-03-2026 - 22.05

    Skandal Suap Hakim: Advokat Marcella Santoso Dihukum 14 Tahun Penjara!

    03-03-2026 - 18.05

    03-03-2026 - 13.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.