zonamerahnews.com – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri secara gamblang mengungkapkan keputusannya untuk tidak membawa partainya bergabung dalam struktur pemerintahan mendatang. Pernyataan tegas ini disampaikan langsung kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto, menegaskan posisi PDIP sebagai kekuatan penyeimbang di luar kabinet.
Megawati menceritakan momen dirinya mendatangi Prabowo untuk menyampaikan terima kasih sekaligus menjelaskan sikap politik PDIP. "Saya datang benar, ngomong baik-baik, saya tidak akan ditawari untuk masuk, ‘saya tidak masuk ke kabinet Pak, terima kasih banget, saya akan berada di luar sebagai penyeimbang’," ujar Presiden kelima RI itu dalam acara Ekspose Naskah Sumber Arsip Dasar Negara II yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila BPIP.

Belakangan, Megawati menyayangkan berbagai kritik yang muncul terkait keputusan partainya. Ia secara khusus menyoroti pihak-pihak yang ia sebut sebagai "buzzer" yang mempertanyakan makna "penyeimbang" yang ia maksud. "Saya bilang penyeimbang, terus ada yang bilang buzzer ‘penyeimbang apa?’, ini si buzzer, nggak pernah baca dia, eh iya dong, kenapa nggak boleh?" tegasnya dengan nada heran.
Ia kemudian menjelaskan kembali prinsip dasar sistem presidensial yang dianut Indonesia, yang menurutnya tidak mengenal istilah oposisi maupun koalisi secara formal. Megawati berharap agar para pengkritik dapat memahami perbedaan mendasar ini. "Kok saya selalu diomongin oposisi, emangnya ada di dalam sistem presidensial? No oposisi, tidak ada koalisi, silakan baca kalau tidak percaya," pungkasnya, menekankan pentingnya literasi politik.

