zonamerahnews.com – Pernyataan mengejutkan datang dari kubu PDI Perjuangan menanggapi manuver Presiden Joko Widodo yang baru-baru ini memamerkan kartu tanda anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Juru bicara partai berlambang banteng moncong putih, Guntur Romli, secara blak-blakan menyindir tindakan mantan kadernya tersebut.
Gunrom, sapaan akrabnya, melontarkan pertanyaan retoris yang memancing perhatian publik. "KTA PSI itu apa ya? Partai Sengketa Ijazah?" ujarnya saat dimintai keterangan pada Minggu lalu. Sindiran ini mengarah pada isu-isu yang sempat beredar terkait latar belakang pendidikan.

Menurut Gunrom, alih-alih mempertontonkan KTA partai barunya, Presiden Jokowi semestinya lebih dulu menunjukkan ijazah S1 dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Langkah ini dinilai penting untuk meredakan isu miring dan desas-desus yang terus bergulir di masyarakat.
Permintaan serupa juga dilayangkan kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Gunrom mendesak putra sulung Presiden Jokowi itu untuk membuktikan ijazah kelulusan SMA-nya. "Diminta nunjukin Ijazah agar tidak makin gaduh, kok malah nunjukin KTA hehehe," kata Gunrom, menyoroti prioritas yang menurutnya keliru.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengklaim telah menjadi bagian dari keluarga besar PSI sejak 14 Oktober. Pernyataan ini disampaikan Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI di Bandung pada Sabtu lalu. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi bahkan tak segan memamerkan KTA PSI yang telah dimilikinya. "Banyak yang enggak percaya. Saya kasih kartu anggota saya," ucapnya, menegaskan keanggotaannya di partai tersebut.

