zonamerahnews.com – Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Puncak Papua Tengah. Tujuh kantor pemerintahan vital di wilayah Ilaga ludes dilalap si jago merah pada Selasa malam, sekitar pukul 18.45 WIT. Insiden mengerikan ini diduga kuat dipicu oleh gejolak kekecewaan warga terkait penyaluran dana desa.
Kapolres Puncak AKBP Domingos De F. Ximenes membenarkan peristiwa tragis ini. Ia merinci, api amarah melalap Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK), Kantor Bupati, Kantor DPRD, Kantor Dukcapil, Kantor Kesbangpol, Kantor Dinas Sosial, hingga Kantor Keuangan. Tak hanya itu, satu unit kendaraan roda empat milik Dinas Ketahanan Pangan yang terparkir di halaman Kantor Bupati juga tak luput dari amukan massa.

Menurut keterangan Domingos, kerusuhan bermula sekitar pukul 17.40 WIT. Sekelompok warga tiba-tiba mendatangi kantor PMK setelah proses penyaluran dana desa tahap I tahun 2026. Bupati Puncak Elvis Tabuni yang mengetahui pergerakan massa sempat berupaya menenangkan dan berkomunikasi. Namun, upaya tersebut gagal meredakan ketegangan.
Situasi semakin memanas hingga puncaknya sekitar pukul 18.45 WIT, massa yang tak puas melampiaskan amarahnya dengan membakar Kantor PMK. Api kemudian merembet dengan cepat ke fasilitas pemerintahan lainnya, menciptakan pemandangan mengerikan di pusat pemerintahan Ilaga.
Menanggapi situasi genting ini, personel gabungan dari Satgas Penegakan Hukum Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 dan jajaran Kepolisian Sektor Ilaga segera dikerahkan. Mereka bersiaga di kawasan perempatan alun-alun, tepat di depan Markas Polsek Ilaga, sementara personel Satgas ODC ditempatkan di Kotis.
Sebanyak 40 personel kepolisian, dipimpin oleh Kasat Sabhara, bersama sejumlah tokoh masyarakat, berupaya meredakan situasi. Mereka memberikan imbauan persuasif kepada massa agar membubarkan diri dan tidak melanjutkan aksi anarkis. Pendekatan ini dilakukan untuk menjaga agar situasi tetap terkendali dan mencegah eskalasi keamanan lebih lanjut.
Berkat upaya sigap aparat dan tokoh masyarakat, massa secara bertahap mulai meninggalkan lokasi. Hingga berita ini diturunkan, situasi keamanan di Kabupaten Puncak berangsur kondusif, meskipun kerugian material akibat kebakaran ini sangat besar.

