zonamerahnews.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf mencanangkan target ambisius: 150 ribu anak kurang mampu dan putus sekolah akan mengenyam pendidikan layak melalui program Sekolah Rakyat pada 2027. Saat ini, 165 unit Sekolah Rakyat telah aktif melayani sekitar 43 ribu siswa di seluruh Indonesia.
Gus Ipul, sapaan akrabnya, optimis target tersebut dapat tercapai seiring rampungnya pembangunan fasilitas baru. Ia bahkan menyebut, sesuai instruksi Presiden, jumlah siswa bisa melampaui 150 ribu pada tahun depan jika gedung-gedung baru siap. Setiap unit Sekolah Rakyat dirancang untuk menampung hingga 2.000 peserta didik, dan Kementerian Sosial berencana memperbanyak Sekolah Rakyat Rintisan. Pernyataan ini disampaikan Gus Ipul saat meresmikan Sekolah Rakyat Rintisan di kawasan Politeknik Penerbangan Indonesia Curug Tangerang Banten.

Komitmen pemerintah diperkuat dengan rencana pembangunan 100 gedung Sekolah Rakyat baru yang lebih besar dan memadai pada tahun 2026, seperti diungkapkan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Program ini secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera, termasuk mereka yang tidak melanjutkan pendidikan dan masih berada di jalanan.
Namun, proses rekrutmen peserta didik, terutama anak-anak jalanan, bukanlah perkara mudah. Para pendamping harus berjuang keras, bahkan mencari tanpa henti, untuk menemukan mereka. Tantangan ini, menurut Gus Ipul, telah menarik perhatian serius dari Presiden.
Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program ini adalah upaya nyata pemerintah untuk menekan angka putus sekolah. Presiden menginginkan agar anak-anak yang belum memiliki akses pendidikan layak segera disekolahkan, mendapat ilmu, serta fasilitas pendukung seperti penginapan, makanan, kesehatan, dan perlengkapan sekolah yang memadai. Ini adalah langkah konkret mewujudkan masa depan cerah bagi generasi penerus bangsa.

