zonamerahnews.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melayangkan pujian setinggi langit kepada prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Apresiasi ini diberikan atas pencapaian luar biasa mereka yang berhasil meraih gelar juara umum dalam ajang kompetisi menembak internasional Australian Army Skills at Arms Meeting (AASAM) di Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia, sebanyak 13 kali secara beruntun. Dominasi ini bukan sekadar kebetulan, melainkan bukti konsistensi selama lebih dari dua dekade, mengukuhkan posisi TNI AD sebagai kekuatan menembak yang disegani di kancah global.
Ajang bergengsi yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali ini selalu menjadi saksi bisu keunggulan kontingen Indonesia. Sejak tahun 2008, para prajurit TNI AD tak pernah absen membawa pulang trofi juara, menandakan supremasi mereka selama setidaknya 26 tahun terakhir dalam kompetisi multinasional tersebut. Prabowo, yang juga seorang mantan jenderal TNI AD, mengungkapkan kebanggaannya dalam sebuah pidato di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat lalu.

"Bayangkan, 26 tahun, tentara Indonesia juara menembak se-Asia Pasifik," ujar Prabowo, menyoroti lawan-lawan tangguh yang dihadapi. Kompetisi ini diikuti oleh militer dari berbagai negara maju seperti Australia, Amerika Serikat, Jepang, Vietnam, Malaysia, dan Singapura. Kemenangan ini, menurut Prabowo, adalah hasil dari dedikasi dan kerja keras para prajurit. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari dukungan peralatan terbaik, nutrisi yang memadai tanpa penyelewengan anggaran, serta kepemimpinan komandan yang berkualitas dan ketersediaan amunisi yang cukup untuk latihan intensif.
Prabowo juga menyoroti latar belakang para prajurit yang mayoritas berasal dari kalangan petani. "Prajurit kita juara. Artinya apa? Prajurit kita berarti, anak-anak petani… dikasih perlengkapan yang tepat, makannya tidak dikorupsi, dikasih komandan yang baik, dikasih peluru yang cukup latihan, dia juara," tegasnya. Ini adalah simbol kebanggaan nasional, menunjukkan bahwa dengan fasilitas dan pembinaan yang tepat, putra-putri terbaik bangsa mampu bersaing di level tertinggi dunia.
Lebih membanggakan lagi, kontingen Indonesia dalam ajang AASAM ini mengandalkan senjata produksi dalam negeri. PT Pindad, perusahaan pertahanan milik Indonesia, menjadi pemasok utama persenjataan yang digunakan para juara. Sebagai contoh, pada kompetisi AASAM tahun 2018, prajurit TNI AD menggunakan Karaben SS2 V2 Heavy Barrel, Senapan SS2 V4 Heavy Barrel, beserta amunisinya, membuktikan kualitas produk pertahanan Indonesia di mata dunia.

