zonamerahnews – Rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk berkeliling Indonesia pasca-purna tugasnya sebagai kepala negara tengah menjadi sorotan. Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, menyatakan pihaknya akan berkoordinasi erat dengan relawan Pro Jokowi (Projo) yang menginisiasi gagasan ini. Namun, ada satu faktor krusial yang menjadi pertimbangan utama: kondisi kesehatan Presiden Jokowi.
Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Ali usai kunjungannya ke kediaman Jokowi di Sumber, Banjarsari, Solo, Rabu (20/5). Pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam itu menjadi ajang diskusi mendalam. "Kami pasti akan berkoordinasi dengan teman-teman Projo yang merencanakan ini, dan tentu saja, kondisi kesehatan beliau akan menjadi pertimbangan utama," ujar Ahmad Ali kepada awak media, sebagaimana dikutip dari detikJateng oleh zonamerahnews.com. Ia menambahkan, secara fisik, kondisi kesehatan Jokowi, ayah dari Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, terlihat sangat baik.

Meskipun demikian, Ahmad Ali menekankan bahwa faktor usia dan status pemulihan pasca-sakit tetap harus diperhitungkan secara matang. Yang menarik, Ali mengungkapkan sebuah paradoks unik tentang Jokowi: "Beliau ini kalau tidak ketemu masyarakat, tidak ketemu orang, justru sakit. Jadi dengan berkeliling itu akan membuat beliau menjadi lebih sehat." Semangat Jokowi untuk berinteraksi langsung dengan rakyat disebutnya masih membara, bahkan setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.
Mengenai jadwal pasti tur keliling Indonesia ini, Ahmad Ali belum bisa memberikan detail. Namun, ia memastikan bahwa kader-kader PSI di setiap daerah siap menyambut hangat kehadiran Jokowi. "Ini adalah bentuk napak tilas dan kerinduan beliau sebagai mantan presiden selama sepuluh tahun untuk kembali menyapa masyarakat Indonesia," jelas Ali, menggambarkan bahwa kunjungan ini didasari oleh ikatan emosional yang kuat antara Jokowi dan rakyat.
Selain membahas rencana keliling Indonesia, pertemuan Ahmad Ali dengan Jokowi juga dimanfaatkan untuk mendiskusikan arah politik PSI ke depan. Ali mengaku meminta nasihat dan masukan dari Jokowi terkait perkembangan politik terkini di Indonesia, yang diharapkan dapat menjadi panduan strategis bagi partai berlogo bunga mawar itu.
Dengan demikian, rencana keliling Indonesia ini bukan hanya sekadar kunjungan biasa, melainkan perpaduan antara kebutuhan personal Jokowi untuk tetap berinteraksi dengan masyarakat dan potensi strategis bagi partai-partai yang ingin tetap dekat dengan figur mantan presiden yang populer ini.

