zonamerahnews – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini mengguncang Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dengan pernyataan yang tajam dan menggugah. Dalam pidatonya, ia menyoroti masa kelam sejarah bangsa, mengingatkan kembali bagaimana para pendiri bangsa merasakan perlakuan merendahkan dari penjajah, bahkan hingga pada titik di mana derajat Indonesia dianggap lebih rendah dari seekor anjing.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menguraikan visi para pendiri bangsa mengenai pengelolaan ekonomi Indonesia. Menurutnya, para founding fathers bukanlah sosok yang lugu atau naif dalam merumuskan dasar-dasar negara, termasuk dalam aspek ekonomi.

"Mereka adalah orang-orang yang sangat cerdas, visioner, dan telah merasakan pahitnya hidup di bawah penindasan," ujar Prabowo, mengutip semangat para pendiri. Ia menambahkan bahwa pengalaman pahit tersebutlah yang membentuk pemikiran mereka dalam merancang sistem ekonomi yang mandiri dan berdaulat, jauh dari intervensi asing yang merugikan.
Dalam konteks pidato tersebut, Prabowo tampak ingin menggarisbawahi pentingnya kembali pada nilai-nilai dan rumusan dasar yang telah diletakkan oleh para pendiri bangsa. Pesan ini relevan, terutama di tengah dinamika global dan tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia saat ini. Ia menekankan bahwa fondasi ekonomi yang kuat dan berpihak pada kepentingan nasional sudah ada sejak awal kemerdekaan, dan tugas generasi penerus adalah melanjutkannya dengan integritas dan keberanian.
Pidato ini menjadi pengingat keras akan sejarah kelam yang membentuk identitas bangsa, sekaligus seruan untuk menghargai dan melanjutkan perjuangan para pahlawan yang telah berkorban demi martabat dan kedaulatan Indonesia.
