zonamerahnews – Makassar – Sebuah insiden pengeroyokan brutal yang diduga melibatkan lima anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan satu anggota kepolisian terhadap seorang pengunjung kafe di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, mendadak viral di berbagai platform media sosial. Peristiwa memilukan ini, yang terekam dalam sebuah video, disebut-sebut dipicu oleh perselisihan terkait minuman keras.
Rekaman video berdurasi 2 menit 4 detik yang beredar luas menunjukkan adegan kekerasan yang mengerikan. Dalam tayangan tersebut, beberapa individu terlihat melancarkan pukulan menggunakan tangan kosong, bahkan ada yang nekat memakai kursi kafe sebagai alat penganiayaan. Di tengah kericuhan, sejumlah wanita yang berada di lokasi tampak berusaha melerai aksi brutal tersebut, namun pengeroyokan tetap berlangsung tanpa henti.

Menanggapi insiden yang mencoreng nama baik institusi ini, Kasi Propam Polrestabes Toraja Utara, Iptu Damianus, membenarkan adanya keterlibatan anggota kepolisian. "Iya benar, salah satu aparat kepolisian. Sementara ini kita masih menyelidiki setelah korban membuat laporan," ujar Damianus pada Jumat (3/4), seperti dikutip zonamerahnews – .
Berdasarkan keterangan awal dari pelapor, Damianus mengungkapkan bahwa pemicu pengeroyokan di salah satu kafe di Toraja Utara tersebut adalah perselisihan terkait minuman. "Keterangan pelapor, (penyebab) pemukulan karena persoalan minuman," tambahnya.
Damianus menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam dan berkomitmen untuk mengusut tuntas peristiwa ini. Sanksi tegas akan diberikan jika oknum anggota Polres Toraja Utara terbukti terlibat dalam insiden tersebut. "Saat ini, masih didalami dengan mengumpulkan bukti-bukti terkait keterlibatan oknum anggota. Jika terbukti, pihak Reskrim yang akan memproses secara pidana," jelasnya.
Di sisi lain, Dandim 1414 Tana Toraja, Letkol Inf Armal, juga memastikan bahwa seluruh personel TNI yang berada di lokasi kejadian saat itu telah diamankan. Ia menambahkan, pihak korban juga telah melaporkan pengeroyokan yang dilakukan oleh aparat ini kepada pihak TNI. "Anggota yang terlibat sudah kami tahan dan akan diproses sesuai aturan," kata Armal.
Saat ini, para anggota TNI tersebut sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap fakta di balik insiden yang memicu kegaduhan publik ini. "Mereka saat ini sedang menjalani pemeriksaan," pungkas Armal, menandakan proses hukum dan disipliner akan terus berjalan.

