zonamerahnews – Jakarta – Suasana duka bercampur haru menyelimuti Indonesia hari ini. Tiga jenazah prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur dalam menjalankan misi perdamaian di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon, dijadwalkan tiba di Tanah Air pada Sabtu (4/4) sore ini. Kedatangan para pahlawan bangsa ini akan disambut dengan upacara militer penuh penghormatan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Menurut keterangan Brigjen Rico Ricardo Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemhan), jenazah ketiga prajurit tersebut telah diberangkatkan dari Beirut pada Jumat, 3 April. "Jenazah dijadwalkan tiba di Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu, 4 April sore hari," ujar Brigjen Rico saat dikonfirmasi oleh zonamerahnews.com.

Brigjen Rico menambahkan, setelah tiba di bandara, akan dilangsungkan prosesi persemayaman militer sebagai bentuk penghormatan awal. Selanjutnya, jenazah para pahlawan ini akan diberangkatkan menuju kampung halaman masing-masing untuk dikebumikan secara militer, sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas pengorbanan mereka.
Ketiga prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian ini gugur dalam dua insiden terpisah di Lebanon selatan dalam kurun waktu 24 jam. Insiden pertama merenggut nyawa Praka Farizal Rhomadhon pada Minggu (29/3), yang tewas akibat ledakan proyektil di dekat salah satu pos Indonesia di desa Adchit Al Qusayr. Sehari setelahnya, pada Senin (30/3), dua prajurit lainnya, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, gugur akibat ledakan dari sumber yang hingga kini masih dalam penyelidikan.
Sebelum diterbangkan kembali ke Indonesia, sebuah upacara penghormatan terakhir yang mengharukan telah diselenggarakan oleh UNIFIL di Bandara Internasional Rafik Hariri, Beirut, pada Jumat (2/4) waktu setempat. Upacara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Kepala Misi dan Komandan Pasukan UNIFIL Mayor Jenderal Diodato Abagnara, Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon Imran Riza, serta Brigadir Jenderal Insinyur Firas Tarchichi yang mewakili Menteri Pertahanan Nasional Lebanon dan Panglima Angkatan Bersenjata Lebanon. Duta Besar Indonesia untuk Lebanon, Bapak Dicky Komar, beserta perwakilan Kontingen Indonesia di UNIFIL juga turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengorbanan luar biasa mereka dalam mendukung misi UNIFIL di Lebanon selatan, ketiga penjaga perdamaian tersebut secara anumerta dianugerahi medali PBB dan Angkatan Bersenjata Lebanon. Kepergian mereka meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, institusi TNI, dan seluruh bangsa Indonesia, namun juga menyisakan kebanggaan atas keberanian dan pengabdian mereka dalam menjaga perdamaian dunia.

