zonamerahnews – Warga Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Kabupaten Bogor, dibuat geger pada Jumat (3/4) menyusul laporan penemuan seekor macan tutul yang terjerat di area permukiman mereka. Kejadian ini sontak menimbulkan kepanikan, mengingat lokasi temuan sangat dekat dengan fasilitas umum, tepatnya di sekitar GOR bulutangkis setempat, memicu kekhawatiran akan keselamatan warga.
Informasi mengenai macan tutul yang terjebak ini segera menyebar dan menarik perhatian petugas. Dani Hamdani, seorang Polisi Kehutanan (Polhut) dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah Bogor, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menjelaskan bahwa tim gabungan, termasuk dari Taman Safari Indonesia (TSI), langsung bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima informasi dari warga sekitar satu jam sebelumnya.

"Sudah meluncur sama Taman Safari, ada laporan dari warga. Belum lama, laporan sekitar satu jam lalu," ungkap Dani, seperti dikutip dari zonamerahnews.com. Ia menduga kuat macan tutul tersebut merupakan satwa liar yang berasal dari hutan di sekitar Gunung Mas, bukan hewan peliharaan. "Diduga liar, tidak ada yang punya. Memang masih banyak di daerah sekitar Gunung Mas," tambahnya. Kehadiran satwa liar ini di permukiman menggarisbawahi semakin sempitnya ruang jelajah mereka akibat aktivitas manusia di kawasan Puncak.
Proses evakuasi macan tutul ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Dani menjelaskan bahwa tim harus sangat berhati-hati dalam penanganan, terutama jika melibatkan pembiusan. Perkiraan bobot tubuh satwa sangat krusial untuk menentukan dosis obat bius yang tepat. "Kalau salah dosis bisa-bisa overdosis," tegasnya, menyoroti kompleksitas operasi penyelamatan ini demi keselamatan satwa dan tim.
Dari pihak Taman Safari Indonesia Bogor, Manager Marcom Danang Wibowo mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima permintaan bantuan dan segera mengerahkan tim ahli ke lokasi. "Terjeratnya belum tahu seperti apa. Ada permintaan ke Taman Safari ke Gunung Mas, tapi masih dicek di sebelah mana titiknya," kata Danang. Ia juga memperkuat dugaan bahwa macan tutul tersebut adalah satwa liar asli daerah tersebut, bukan hewan koleksi atau peliharaan.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus melakukan penelusuran untuk memastikan titik lokasi pasti dan kondisi satwa yang terjerat, termasuk jenis jeratan yang menjeratnya. Warga diimbau keras untuk tidak mendekati area temuan demi keselamatan bersama. Interaksi dengan satwa liar yang sedang tertekan dapat memicu respons agresif dan berpotensi memperburuk kondisi hewan. Upaya penyelamatan ini menjadi cerminan tantangan dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam di wilayah yang semakin padat penduduk.

